Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Saham Lippo Karawaci Terdongkrak Pulihnya IHSG

Ekonomi lippo karawaci
Ade Hapsari Lestarini • 02 Juni 2020 08:24
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan mulai rebound. Sejumlah saham emiten, termasuk properti pun terpantau menghijau, sepertiPT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
 
Saham perseroanpada Jumat, 29 Mei 2020 diperdagangkan di level Rp184 atau naik 8,88 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.
 
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat. "Akan ada peluang kinerjanya bisa lebih baik," kata Sukarno, dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2020.
 
Sektor kesehatan milik perseroan dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun harus bisa memaksimalkan apa yang menjadi target perusahaan dan memanfaatkan dengan baik kondisi penurunan suku bunga dan insentif lain yang ada, dalam jangka panjang kinerja akan tetap positif.
 
Sukarno juga menilai kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG bersifat technical rebound. "Rebound saham ini bersifat jangka pendek dalam merespons pelonggaran PSBB. Pasar merespons positif dengan adanya berlaku new normal yang artinya ekonomi akan terbebas dari negatif. Indonesia termasuk bagian negara yang pulih lebih cepat setelah Tiongkok akibat pendemi ini," ujar dia.
 
Alatas menyampaikan bahwa capaian kinerja positif sejumlah emiten properti di 2019 tetap harus diihat secara komprehensif mengingat situasinya pasti terus positif jika tidak terjadi pandemi covid-19. Kebijakan new normal diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga kinerja emiten pun menjadi semakin positif.
 
Pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat.
 
LPKR sudah melaporkan kinerja 2019 yang mencatatkan peningkatan penjualan 7,6 persen pada 2019. LPKR meraih pendapatan Rp12,25 triliun sepanjang 2019. Kenaikan pendapatan disumbang oleh pertumbuhan segmen pendapatan berulang alias recuring income yang dimotori oleh anak usaha, PT Siloam Hospitals Tbk. (SILO).
 
SILO meraup pendapatan sebesar Rp7,02 triliun sepanjang tahun lalu atau naik 17,7 persen. Unit bisnis rumah sakit itu berkontribusi 75,1 persen terhadap total pendapatan berulang LPKR. Kenaikan pendapatan SILO tak lepas dari pembukaan rumah sakit baru pada kuartal IV-2019.
 
Pada kuartal I-2020 LPKR membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp703 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 28 persen dari target prapenjualan sepanjang 2020 sebanyak Rp2,5 triliun. Prapenjualan pada kuartal keempat 2019 merupakan pra penjualan kuartal tertinggi sepanjang sejarah secara signifikan telah meningkatkan posisi kas LPKR. Hal ini akan membantu mengatasi ketidakpastian ekonomi dan membangun fondasi untuk bangkit kembali usai covid-19.
 
LPKR telah memperkuat posisi kas dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp4,69 triliun pada 2019 dibandingkan dengan Rp1,82 triliun pada akhir 2018. Pada 2019, LPKR melaporkan total utang sebesar Rp12,25 triliun menurun sebesar Rp2,62 triliun dari tahun sebelumnya. Hal itu menyebabkan rasio utang bersih terhadap ekuitas meningkat secara signifikan menjadi 0,22 kali pada 2019 dibandingkan dengan 0,53 kali pada akhir 2018.
 
LPKR berencana untuk memanfaatkan peluang untuk mendiversifikasi utang dari dolar AS, dengan lebih banyak utang dalam mata uang rupiah karena saat ini utang berdenominasi dolar AS sebesar 92 persen dari total utang.
 
Data pembukuan LPKR menyebutkan lebih dari 70 persen dari pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income, yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak. Dalam jangka panjang, kinerja LPKR diprediksi terus meningkat sebagai akibat dari strategi deleverage dan keberhasilan kepemimpinan manajemen.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif