Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Mantap! Modal Asing Masuk ke RI Rp710 Miliar dalam Sepekan

Ekonomi rupiah Bank Indonesia Pasar Keuangan Modal Asing
Husen Miftahudin • 22 Oktober 2021 21:27
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik selama sepekan terakhir. Berdasarkan data transaksi pada 18-21 Oktober 2021, modal dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat beli neto (inflow) sebanyak Rp710 miliar.
 
Mengalirnya dana asing ke pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar saham yang tercatat inflow sebanyak Rp2,06 triliun. Namun demikian, pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) tercatat keluar (outflow) sebesar Rp1,35 triliun.
 
"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden beli neto Rp11,55 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke level 82,17 basis poin (bps) per 21 Oktober 2021 dari 84,82 bps per 15 Oktober 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.
 
Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Meskipun begitu, kondisi mengalirnya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik tersebut pun mampu membuat nilai tukar rupiah perkasa di perdagangan akhir pekan ini. Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD stagnan di level Rp14.122 per USD.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru menguat ke posisi Rp14.120 per USD. Rupiah menguat sebanyak 10 poin atau setara 0,07 persen dari Rp14.130 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.162 per USD atau turun 29 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.133 per USD.
 
Terkait hal tersebut, Nur menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif