Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kurs Rupiah Meroket ke Rp14.065/USD

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 09 November 2020 17:25
Jakarta: Kurs rupiah pada penutupan perdagangan sore ini terpantau terus meroket dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan mata uang Garuda masih ditopang euforia pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Bloomberg, Senin, 9 November 2020, rupiah ditutup menguat 45 poin atau setara 1,02 persen menjadi Rp14.065 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.210 per USD.
 
Kondisi nilai tukar rupiah sudah menguat sejak pembukaan perdagangan dan berada pada posisi Rp14.172 per USD. Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.057-Rp14.175 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 1,44 persen. Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di posisi Rp13.906 per USD.
 
Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di posisi Rp14.172 per USD.
 
"Dari eksternal, penguatan rupiah dipengaruhi oleh pasar yang menyambut pemilihan Joe Biden sebagai presiden AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dikutip dari Antara.
 
Pelaku pasar berekspektasi bahwa Gedung Putih yang lebih tenang dapat meningkatkan perdagangan dunia dan kebijakan moneter akan tetap mudah. Biden dan timnya dilaporkan sedang mengerjakan paket bantuan covid-19 untuk membantu mengatasi pandemi yang masih merebak di Amerika Serikat.
 
AS menjadi negara pertama yang mencatat lebih dari 10 juta kasus, dengan rata-rata mingguan saat ini lebih dari 100 ribu kasus baru per hari.
 
Lebih dari 237 ribu orang telah meninggal karena penyakit tersebut di AS, dengan satu dari 11 kematian global terjadi di negara tersebut. Menurut data Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus global telah melebihi 50 juta pada 9 November.
 
Dari domestik, sentimen masih datang dari data kuartal III-2020 yang terkontraksi 3,45 persen, yang menandakan bahwa ekonomi terus mengalami pertumbuhan walaupun tidak terlalu signifikan.
 
"Namun yang terpenting bagi pemerintah adalah mempertahankan ekonomi agar ekonomi di kuartal IV tidak terpuruk, apalagi pandemi covid-19 masih terus meningkat," ujar Ibrahim.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif