Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ Ramdani

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Awal 2021

Ekonomi OJK perekonomian jasa keuangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 25 Februari 2021 20:05
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan stabilitas sistem keuangan masih dalam kondisi terjaga di tengah upaya pemulihan perekonomian nasional dari dampak pandemi covid-19. OJK juga telah mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa keuangan.
 
"Relaksasi kebijakan prudential sektor jasa keuangan secara temporer ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit yang lebih cepat dengan mempertimbangkan adanya unsur idiosyncratic pada sektor jasa keuangan," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran persnya, Kamis, 25 Februari 2021.
 
Dari sektor perbankan, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Januari 2021 tumbuh double digit sebesar 10,57 persen (yoy). Meskipun begitu, kredit perbankan masih dalam tren penurunan dengan terkontraksi sebesar minus 1,92 persen (yoy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun tren pertumbuhannya mengindikasikan perbaikan dari bulan sebelumnya, terutama didorong oleh bank BUMN dan BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang tumbuh masing-masing 1,45 persen dan 5,68 persen (yoy)," paparnya.
 
Di industri keuangan non-bank, piutang Perusahaan Pembiayaan terkontraksi sebesar minus 18,6 persen (yoy), terutama disebabkan oleh sektor rumah tangga seiring dengan masih rendahnya demand.
 
Sementara itu, premi asuransi yang dihimpun industri asuransi tercatat naik tinggi sebesar Rp30,4 triliun (Asuransi Jiwa: Rp19,1 triliun; Asuransi Umum dan Reasuransi: Rp11,3 triliun). Sedangkan fintech peer to peer (P2P) lending per November 2020 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp15,34 triliun atau tumbuh sebesar 13,5 persen (yoy).
 
Hingga 23 Februari 2021, jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 16, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp11,01 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, empat di antaranya dilakukan oleh emiten baru. Dalam pipeline saat ini terdapat 67 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp22,55 triliun.
 
Terkait profil risiko, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per 17 Februari 2021 terpantau pada level 157,14 persen dan 33,85 persen, di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
 
Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Januari 2021 masih terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,17 persen (NPL net: 1,03 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 3,9 persen.
 
"Risiko nilai tukar perbankan masih terjaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) Januari 2021 sebesar 1,73 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen," urai Wimboh.
 
Adapun permodalan lembaga jasa keuangan sampai saat ini relatif terjaga pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 24,50 persen serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 535 persen dan 329 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.
 
"Begitupun gearing ratio Perusahaan Pembiayaan yang tercatat sebesar 2,11 persen, jauh di bawah maksimum 10 persen," tuturnya.
 
OJK berkomitmen untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan telah mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
 
"Ke depan, OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan. Selanjutnya, OJK juga terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," tutup Wimboh.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif