Ilustrasi pekerja di tambang batu bara PTBA - - Foto: dok AFP
Ilustrasi pekerja di tambang batu bara PTBA - - Foto: dok AFP

PTBA Raup Laba Bersih Rp2,28 Triliun di Kuartal I-2022

Antara • 23 Mei 2022 07:08
Palembang: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih senilai Rp2,28 triliun pada kuaratla I-2022. Laba ini tumbuh 355 persen secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu Rp500,52 miliar.
 
Sementara pendapatan usaha mencapai Rp8,21 triliun atau tumbuh 105 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,99 triliun. Total aset perseroan juga tumbuh delapan persen dari Rp36,12 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp38,99 triliun per 31 Maret 2022.
 
"Pencapaian gemilang ini didukung kinerja operasional perseroan yang solid di sepanjang triwulan I 2022. Sebab mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, serta menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal,"  kata Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie dalam keterangannya di Palembang, Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, produksi batu bara perseroan di sepanjang triwulan I 2022 meningkat 40 persen atau menjadi 6,34 juta ton, sedangkan volume angkutan batu bara meningkat 16 persen menjadi 6,17 juta ton.
 
"Kenaikan produksi dan volume angkutan batu bara ini diikuti pula oleh kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 18 persen menjadi 6,97 juta ton," tambahnya.
 
Oleh karena itu, PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 36,41 juta ton dan target angkutan sebesar 31,50 juta ton untuk tahun 2022. Sedangkan untuk volume penjualan batu bara 2022 menargetkan peningkatan menjadi 37,10 juta ton.
 
Sejalan dengan terbitnya Perpres 109 tahun 2020, dua proyek PTBA masuk proyek strategis nasional (PSN) di antaranya hilirisasi gasifikasi batu bara di Tanjung Enim dan kawasan industri-Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE)-Tanjung Enim.
 
Proyek ini di Tanjung Enim ini akan berjalan selama 20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar USD2,3 miliar atau setara Rp32,9 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG sebesar 1 juta ton per tahun.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif