Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Empat Langkah Perbankan Hadapi Covid-19

Ekonomi ojk perbankan Virus Korona
Husen Miftahudin • 16 Mei 2020 08:34
Jakarta: Industri jasa keuangan mulai masuk ke pangkal krisis akibat merebaknya pandemi virus korona (covid-19). Meski kondisi perbankan masih cukup stabil, namun perlu ancang-ancang dan mempersiapkan tameng agar tak terjadi peningkatan kredit macet, permasalahan likuiditas, dan tekanan permodalan.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan ada empat langkah yang bisa dilakukan perbankan untuk memitigasi krisis akibat pandemi. Pertama, melakukan identifikasi scenario analysis.
 
Dalam hal ini, pertama, perbankan harus mengidentifikasi dampak covid-19 terhadap lingkungan perbankan. Di antaranya sektor riil, pertumbuhan ekonomi, dan kinerja debitur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Susun berbagai skenario dampak covid-19 terhadap perekonomian dan efek rembetan pada kinerja perbankan," ujar Heru dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Kemudian langkah kedua melakukan mitigasi risiko kredit dan kecukupan likuiditas. Perbankan harus memahami sektor ekonomi dan debitur terdampak beserta outstanding-nya.
 
"Aktifkan early warning system dan triggers. Susun skenario restrukturisasi dan upaya penyelamatan debitur," urai Heru.
 
Ketiga, melakukan stress test terhadap kecukupan modal dan likuiditas. Perbankan bisa melakukan analisis skenario terhadap kebutuhan dan ketersediaan modal terkait dengan peningkatan risiko kredit. "Identifikasi gap likuiditas dan uji berbagai strategi," tegasnya.
 
Keempat, tindak lanjut dengan mengoptimalisasi pengelolaan portofolio. Melakukan identifikasi portofolio yang rentan terpengaruh dan terdampak. "Optimalisasi alokasi modal dan ketersediaan likuiditas. Juga menerapkan berbagai skenario krisis," pungkas Heru.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif