Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo. Foto: Dok. OJK TV
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo. Foto: Dok. OJK TV

OJK: Restrukturisasi Terbesar Terjadi pada Pekan Pertama Mei 2020

Ekonomi OJK Kredit
Husen Miftahudin • 08 Juli 2020 18:37
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan realisasi restrukturisasi (keringanan) kredit secara mingguan terbesar terjadi pada pekan pertama Mei 2020. Pada periode pelaporan 4 Mei 2020 itu, realisasi debitur yang telah direstrukturisasi kreditnya sebanyak 2,86 juta debitur atau 45 persen dari total realisasi 6,35 juta debitur hingga laporan 22 Juni 2020.
 
"Sementara baki debet (total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit yang direstrukturisasi) mencapai Rp129,75 triliun atau 18,7 persen dari total realisasi Rp695 triliun," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam tayangan telekonferensi, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Secara persentase kenaikan, jelas Anto, total baki debet yang telah direstrukturisasi pada periode laporan 4 Mei 2020 meningkat 62,61 persen dari periode laporan 24 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Capaian tersebut dikontribusikan oleh debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 2,6 juta debitur atau mencapai 90,9 persen dengan baki debet sebanyak Rp67,74 triliun atau 52,2 persen. Sementara untuk non UMKM mencapai 261,3 ribu debitur atau 9,1 persen dengan baki debet sebanyak Rp62,01 triliun atau 47,8 persen.
 
"Komposisi pertumbuhan tersebut cukup berimbang antara debitur UMKM maupun debitur non-UMKM dengan nominal pertumbuhan baki debet masing-masing sebesar Rp67,74 triliun atau tumbuh 68,1 persen dan Rp62,01 triliun atau tumbuh 57,49 persen," ucap Anto.
 
Anto mengakui tren peningkatan debitur yang direstrukturisasi mulai mengalami perlambatan pada periode-periode selanjutnya. Adapun total kenaikan jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi pada posisi 29 Juni 2020 sebanyak 208,23 ribu debitur atau meningkat hanya sebesar 3,28 persen dari laporan pekan sebelumnya.
 
Sementara total peningkatan jumlah baki debet yang melakukan restrukturisasi pada posisi 29 Juni 2020 sebesar Rp45,45 triliun atau meningkat hanya sebesar 6,54 persen dari laporan pekan sebelumnya.
 
"Di dalam perkembangan realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan atau week to week ini mengalami penurunan. Jadi peak-nya (posisi puncak) itu berada di April dan Mei secara debitur," ungkap dia.
 
Menurut Anto, hal ini menandakan bahwa dengan mulai dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah, maka pergerakan aktivitas bisnis dan sektor ekonomi mengurangi permintaan terhadap restrukturisasi.
 
"Meskipun kegiatan ekonomi sudah dibuka, namun demikian tetap kami mengharapkan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkas Anto.

 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif