Ilustrasi pembayaran elektronik atau transaksi non tunai - - Foto: dok Fotolia
Ilustrasi pembayaran elektronik atau transaksi non tunai - - Foto: dok Fotolia

Naik Lagi, Transaksi Uang Elektronik di Mei 2021 Capai Rp23,7 Triliun

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia transaksi non tunai
Husen Miftahudin • 17 Juni 2021 18:59
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Mei 2021 mencapai Rp23,7 triliun atau tumbuh 57,38 persen (yoy). Volume transaksi digital banking juga terus meningkat, pada Mei 2021 tumbuh 56,49 persen (yoy) mencapai 601,2 juta transaksi.
 
"Sementara nilai transaksi digital banking tumbuh 66,41 persen (yoy) menjadi sebesar Rp3.117,4 triliun," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Kamis, 17 Juni 2021.
 
Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, Kartu Debit, dan Kartu Kredit pada Mei 2021 tumbuh 21,03 persen (yoy) dengan total Rp689,7 triliun. Hal ini seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia terus melakukan penguatan kebijakan sistem pembayaran guna akselerasi transaksi ekonomi dan keuangan digital dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Transaksi ekonomi dan keuangan digital juga terus tumbuh sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital dan akselerasi digital banking.
 
Bank sentral juga terus memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, antara lain dengan mengakselerasi peningkatan transaksi dan perluasan merchant QRIS bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, asosiasi, dan industri.
 
"Sosialisasi dan edukasi QRIS terus diperkuat dan diperluas baik dari sisi supply maupun demand. Bank Indonesia juga terus bersinergi dengan pemerintah guna memperluas elektronifikasi penyaluran bantuan sosial dan transaksi keuangan pemerintah daerah, serta mendukung kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)," ungkap dia.
 
Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2021 mencapai Rp851,3 triliun, meningkat 6,6 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya kebutuhan uang kartal pada periode Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
 
"Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kualitas uang rupiah serta memberikan layanan kas prima di seluruh wilayah Indonesia, Bank Indonesia mendorong efisiensi di dalam distribusi pengedaran uang di daerah 3T, termasuk melalui penguatan kelembagaan Kas Titipan," tutup Perry.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif