NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

IHSG dan Rupiah Perkasa

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 20 Maret 2020 16:24
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini berbalik arah. IHSG dan rupiah berbalik menguat.
 
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 20 Maret 2020, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp15.960 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya yang sempat menyentuh level Rp16.225 per USD.
 
Rupiah bergerak menguat hingga 47,5 poin atau setara 0,30 persen. Sedangkan rentang gerak rupiah berada di Rp15.950-Rp16.225 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp15.699 per USD. Sementara mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp16.273 per USD.
 
Di sisi lain pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan sore ini berbalik menguat. Mengutip laman RTI, gerak IHSG terpantau melonjak 89,522 poin atau setara 2,181 persen ke posisi 4.194.
 
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 4.238 dan level terendah di 3.918. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 13,6 miliar lembar senilai Rp13,1 triliun. Sebanyak 192 saham menguat, 224 saham melemah, 118 saham stagnan, dan terjadi 587.949 kali transaksi.
 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper sebelumnya mengatakan secara teknikal tren pelemahan masih cukup kuat sehingga IHSG diperkirkan melemah dan diperdagangkan di levelsupport3.940-4.023 danresistance4.259-4.412.
 
"Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian perekonomian akibat dampak dari virus korona terutama semakin tingginya kasus dari dalam negeri," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Dennies menilai kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak 0,25 persen tidak berpengaruh kepasar saham. Para investor saat ini masih dalam keadaan panik dan terus mencari likuiditas di pasar modal.

 
Dari kondisi itu, Dennies tidak memberikan rekomendasi beli karena menurutnya pasar masih akan melanjutkan pelemahan. "Kondisimarketyang masih dangat volatil dan masih ada potensi melanjutkan pelemahan," ucapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif