Ilustrasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi - - Foto: dok MI

Bank Mandiri Pangkas Pertumbuhan Kredit

Ekonomi perbankan kredit Virus Korona
Annisa ayu artanti • 01 April 2020 13:32
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk berencana merevisi pertumbuhan kredit. Hal ini menyusul proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipangkas menjadi 2,3 persen.
 
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan revisi terhadap pertumbuhan kredit perlu dilakukan mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang melambat akibat pandemi virus korona atau covid-19.

 
Apalagi sebelumnya Bank Mandiri menaruh target pertumbuhan kredit 2020 yang cukup optimis di kisaran delapan sampai 10 persen. "Kalau pertumbuhan kredit tentu kami akan ada revisi ke depan melihat kondisi saat ini tentu akan kami revisi," kata Royke dalam video konferensi, di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, revisi pertumbuhan kredit tersebut tidak akan membatasi ekspansi kredit perusahaan. Emiten pelat merah ini akan tetap melakukan ekspansi dengan lebih selektif.
 
"Tapi bukan berarti kami tidak ekspansi, tapi kami akan selektif dalam ekspansi saat ini," ungkapnya.
 
Untuk persentase kredit macet atau non performing loan (NPL), Royke menyebut perusahaan akan menjaga rasio NPL agar tidak membengkak. Bank Mandiri juga akan melakukan restrukturisasi dan menjaga kolektibilitas debitur sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"NPL OJK sudah keluarkan aturan yang sudah cukup buat perbankan keseluruhan bisa lebih fleksibel dalam melakukan restrukturisasi dan mudahan debitur kami yang kena akibat covid bisa tetap kami tetap jaga di kolektabilitasnya," jelasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif