Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: dok MI
Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: dok MI

Mantap! Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 0,59% di Juni 2021

Ekonomi OJK Perbankan Kredit
Husen Miftahudin • 29 Juli 2021 11:48
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun. Penyaluran kredit ini tumbuh positif sebesar 0,59 persen (yoy), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang negatif 1,23 persen (yoy).
 
"Capaian ini meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Kamis, 29 Juli 2021.
 
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28 persen (yoy). Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen) dan rasio. Sedangkan Non Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96 persen (Mei 2021: 4,05 persen).
 
Anto melanjutkan, likuiditas industri perbankan sampai saat ini juga masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold.
 
Sementara itu, permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas threshold.
 
Anto menekankan bahwa OJK secara berkelanjutan akan terus melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional.
 
"Upaya itu terus dilakukan di tengah meningkatnya kasus covid-19 domestik, serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," pungkas Anto.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif