Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

PPKM Bikin Rupiah Kembali Sentuh Rp14 Ribu

Ekonomi Kurs Rupiah PSBB
Husen Miftahudin • 11 Januari 2021 19:36
Jakarta: Nilai tukar rupiah terjegal kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski mata uang Garuda sempat menguat hingga bertengger di Rp13 ribu pada pekan lalu, namun kebijakan PPKM yang bertujuan untuk mengendalikan penyebaran pandemi tersebut justru direspons negatif para pelaku pasar.
 
"Sudah tentu (kebijakan PPKM membuat) roda bisnis akan kembali melambat dan pemulihan ekonomi kembali terhambat," ucap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Senin, 11 Januari 2021.
 
Kebijakan PPKM resmi dimulai hari ini. Kondisi ini membuat 75 persen aktivitas perkantoran non esensial di daerah-daerah yang terkena PPKM menerapkan kerja dari rumah (work from home). Aktivitas pendidikan pun masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh, dan belum bisa tatap muka di sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara, pusat perbelanjaan wajib tutup pukul 19.00 WIB. Restoran masih boleh menerima pengunjung yang makan-minum di tempat, tetapi maksimal hanya 25 persen dari total kapasitas. Demikian pula rumah ibadah, boleh menampung jamaah tetapi dibatasi paling banyak 50 persen," paparnya.
 
Menurut Ibrahim, gerak nilai tukar rupiah sempat direspons positif pelaku pasar lantaran dirilisnya data survei Bank Indonesia (BI) yang menyatakan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi menguat, bahkan mendekati zona optimistis. Namun data positif tersebut tak mampu membuat rupiah bertengger di level Rp13 ribu lantaran kalah oleh sentimen negatif PPKM.
 
"Walaupun survei keyakinan konsumen membaik,namun kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat atau yang saat ini disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dimulai hari ini. Kebijakan tersebut diterapkan oleh pemerintah guna menekan penyebaran penyakit akibat covid-19," tutur Ibrahim.
 
Adapun kenaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi menguat tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2020 sebesar 96,5. Angka tersebut meningkat dibandingkan 92,0 pada November 2020.
 
"Keyakinan konsumen yang membaik didorong oleh menguatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi yang didukung oleh aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama," jelas dia.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tajam dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.125 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 105 poin atau setara 0,75 persen.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.167 per USD. Rupiah melemah sebanyak 232 poin atau setara 1,67 persen dari Rp13.935 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.155 per USD atau melemah 97 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.058 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah di level Rp14.100 per USD sampai Rp14.150 per USD," tutup Ibrahim.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif