Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Waspada! IHSG Rawan Koreksi Akibat Aksi Ambil Untung

Ekonomi IHSG
Annisa ayu artanti • 20 November 2020 09:20
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi melemah akibat aksi ambil untung dari para investor. Kondisi itu lantaran IHSG dalam beberapa hari belakangan ini terus menunjukkan performa yang menggembirakan.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan secara teknikal saat ini pergerakan masih dalam tren bullish yang cukup kuat namun perlu diwaspadai adanya aksi ambil untung dalam jangka pendek. Hari ini IHSG diproyeksikan diperdagangkan di level support 5.520-5.557 dan resistance 5.614-5.634.
 
"IHSG diprediksi melemah," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat, 20 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan investor masih mencermati kenaikan kasus covid-19 di berbagai negara dan menyikapi keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang diturunkan dan berada di level terendah dalam sejarah termasuk suku bunga acuan dari bank sentral Tiongkok.
 
Sementara itu, bursa global ditutup menguat. Indeks Dow Jones ditutup di level 29.483,23 atau menguat 0,15 persen, Nasdaq ditutup di level 11.904,71 atau menguat 0,87 persen, dan S&P 500 ditutup di level 3.581,87 atau menguat 0,39 persen. Penguatan diduga bersifat sementara seiring penurunan harga saham pada hari sebelumnya.
 
Menurutnya investor masih terus mencermati peningkatan kasus covid-19 di Amerika Serikat meskipun beberapa perusahaan farmasi telah mengumumkan vaksin yang efektif. "Meningkatnya kasus covid-19 akan berujung pembatasan kegiatan bisnis dan akan berdampak negatif pada ekonomi," jelasnya.
 
Selain itu, saat ini investor menanti dana bantuan covid-19 dari pemerintah supaya kegiatan bisnis tetap menggeliat dan tingkat konsumsi dipertahankan di level yang aman. Sedangkan untuk bursa saham asia, Dennies menambahkan, dibuka bercampur dengan fokus masih pada dampak dari peningkatan kasus covid-19.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif