Laba BCA dilaporkan merosot akibat meningkatnya biaya pencadangan. Foto: Dok.MI
Laba BCA dilaporkan merosot akibat meningkatnya biaya pencadangan. Foto: Dok.MI

Laba BCA Turun 4,2% Jadi Rp20 Triliun

Ekonomi Emiten bca laporan keuangan
Annisa ayu artanti • 26 Oktober 2020 17:00
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) selama sembilan bulan pertama 2020 mencatat laba bersih sebesar Rp20 triliun. Angka ini turun 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp20,9 triliun.
 
Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn dalam paparan kinerja kuartal III-2020 mengatakan penurunan laba bersih tersebut disebabkan meningkatnya biaya pencadangan.
 
"Di tengah pandemi dan sejumlah tantangan ekonomi, BCA mencatat pertumbuhan positif laba sebelum provisi dan pajak (PPOP) yang ditopang oleh pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA), penurunan biaya dana (CoF) dan penurunan biaya operasional. PPOP meningkat 13,5 persen YoY menjadi Rp33,8 triliun," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir kuartal III-2020, permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan, sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis.
 
Pada akhir September 2020, total kredit BCA tercatat sebesar Rp581,9 triliun, turun 0,6 persen year on year (YoY). Namun BCA tetap mencatat pertumbuhan positif pada kredit korporasi. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp252 triliun atau meningkat 8,6 persen YoY, sementara kredit komersial dan UKM turun 4,9 persen YoY menjadi Rp182,7 triliun.
 
Pada portofolio kredit konsumer, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) turun 3,1 persen YoY menjadi Rp89,3 triliun dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 19,3 persen YoY menjadi Rp38,6 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,5 persen YoY menjadi Rp10,9 triliun. Total portofolio kredit konsumer turun 9,4 persen YoY menjadi Rp141,7 triliun.
 
Dari total portofolio kredit, sekitar 20 persen atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) dan komunitas UKM.
 
"Pada sisi penyaluran kredit, BCA berfokus untuk membantu nasabah dalam merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja.
 
Lebih lanjut, dari sisi pendanaan, Jahja menyampaikan BCA berhasil mencatat kinerja yang solid pada sembilan bulan pertama 2020. CASA tumbuh 16,1 persen YoY mencapai Rp596,6 triliun, menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3 persen YoY menjadi Rp780,7 triliun.
 
Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8 persen YoY mencapai Rp184,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total aset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp 1003,6 triliun, meningkat 12,3 persen YoY.
 
Lebih lanjut pada laporan laba rugi, terlepas dari pertumbuhan stagnan pada pendapatan bunga, BCA mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar sembilan persen YoY menjadi Rp40,8 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2020, terutama ditopang oleh beban bunga yang rendah.
 
Halaman Selanjutnya
BCA juga telah menurunkan suku…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif