Ilustrasi relaksasi kredit - - Foto: Medcom
Ilustrasi relaksasi kredit - - Foto: Medcom

90 Bank Sudah Restrukturisasi 4,3 Juta Debitur Senilai Rp391,2 Triliun

Ekonomi perbankan kredit
Husen Miftahudin • 19 Mei 2020 15:19
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 11 Mei 2020 sudah ada 90 bank yang mengimplementasikan restrukturisasi kredit dengan jumlah debitur sebanyak 4,3 juta orang. Dari angka tersebut, totaloutstandingrestrukturisasi kredit mencapai Rp391,2 triliun.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menyebutkan sebanyak 3,76 juta debitur di antarnya merupakan debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Adapun nilaioutstandingdebitur UMKM yang direstrukturisasi tersebut mencapai sebesar Rp190,3 triliun.
 
Sementara, sebanyak 567.870 debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp200,88 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kita melihat bahwa 90 bank sudah melakukan realisasi restrukturisasinya. Memang ada beberapa bank yang masih memilah-milah, karena kita melihat kondisi bank per bank dan kondisi debiturnya kan masing-masing berbeda," ujar Heru dalam diskusi daring Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Heru melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 14,64 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.275,3 triliun.

 
Potensi tersebut terdiri dari 12,5 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp538,2 triliun. Sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,14 juta orang dengan baki debet mencapai Rp737,1 triliun.
 
Dengan demikian, masih terdapat 12 bank dari estimasi 102 bank yang belum mengimplementasikan restrukturisasi kredit. Menurut Heru, ini karena masing-masing bank dan debitur memiliki kondisi yang berbeda-beda.
 
"Misalnya BRI yang punya banyak debitur UMKM, dia sudah banyak debitur yang dilancarkan untuk direstrukturisasi. Sehingga kalau memang ada bank yang belum mengimplementasikan, ya karena memang kondisinya berbeda-beda, mungkin nasabahnya juga tidak memerlukan restrukturisasi kredit," pungkas Heru.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif