NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Masih Ikuti Jejak Bursa AS dan Regional

Ekonomi ihsg
Ade Hapsari Lestarini • 23 Maret 2020 09:45
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali terkoreksi seiring melemahnya bursa saham Amerika Serikat (AS) dan regional.
 
"Kami perkirakan IHSG akan kembali terkoreksi mengikuti melemahnya bursa saham AS dan regional," tutur tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Senin, 23 Maret 2020.
 
Bursa saham AS terpantau ditutup melemah pada Jumat pekan lalu, 20 Maret 2020. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 4,55 persen, indeks S&P 500 turun 4,34 persen, sedangkan Nasdaq ditutup negatif 3,79 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain bursa saham Eropa ditutup positif. Indeks FTSE dan Euro Stoxx masing-masing naik sebesar 0,76 persen dan 3,85 persen.
 
Sementara itu pada pagi ini bursa saham Asia dibuka mixed. Indeks Nikkei Jepang dibuka naik 0,43 persen, indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi sebesar 5,96 persen, dan indeks ASX Australia turun sebesar 7,03 persen.
 
Adapun IHSG pada Jumat kemarin ditutup menguat sebesar 2,18 persen ke level 4.149,94. Investor Asing Jumat lalu juga mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp794,1 miliar.
 
"Pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar Rp865,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar Rp71,8 miliar," jelasnya.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun bergantung pada cara penanganan covid-19, baik di dalam negeri maupun seluruh dunia.
 
Menteri Keuangan bersama dengan Kementerian Keuangan telah membuat beberapa skenario terkait durasi covid-19 dan kemungkinan terjadinya lockdown. Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa tumbuh empat persen dengan skenario moderat.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa hanya tumbuh 2,5 persen bahkan nol persen jika durasi covid-19 lebih dari 3-6 bulan, terutama jika penanganan bencana covid-19 dengan cara lockdown.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif