Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

3 Fokus OJK Jaga Stabilitas Pasar Modal Tahun Depan

Ekonomi OJK investor BEI Pasar Modal Pasar Saham Prediksi Ekonomi Indonesia 2022
Husen Miftahudin • 30 Desember 2021 22:28
Jakarta: Kinerja pasar modal Indonesia selama 2021 menunjukkan kinerja yang stabil dan membaik. Hal ini tercermin dari stabilitas pasar, aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel yang mencapai rekor tertinggi.
 
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, selama hampir dua tahun pasar modal Indonesia menorehkan berbagai pencapaian yang menjadi bekal pendorong pemulihan ekonomi.
 
"OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia melalui kebijakan pengaturan dan pengawasan terus menjaga daya tahan dan stabilitas pasar menghadapi volatilitas pasar akibat dampak pandemi covid-19," tegas Wimboh dalam Penutupan Perdagangan BEI 2021, Kamis, 30 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas pasar modal akibat dampak pandemi covid-19, OJK melanjutkan berbagai kebijakan pada tahun depan.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menyebut OJK akan fokus pada tiga poin utama, yakni:

  1. Memberikan relaksasi bagi pelaku industri pasar modal.
  2. Mengendalikan volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan.
  3. Memberi kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan yang berlaku untuk pelaku industri di pengelolaan investasi, transaksi dan lembaga efek, emiten dan perusahaan publik, serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal.
OJK juga terus berupaya untuk meningkatkan likuiditas pasar baik dari sisi supply dan demand, termasuk berupaya untuk meningkatan kepercayaan dan perlindungan investor, penguatan governance industri pasar modal, penguatan kewenangan pengawasan dan penegakan hukum pengembangan pasar modal, serta pengembangan pasar modal yang tangguh dan berdaya tahan.
 
"Selain itu, OJK juga berupaya meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pelaku usaha dengan karakteristik new economy," jelas Anto.
 
Upaya tersebut dilakukan dalam bentuk pendanaan transaksi efek oleh perusahaan efek yang berkualitas, perluasan layanan lembaga pendanaan efek, penciptaan instrumen baru berupa waran terstruktur dan saham dengan hak suara multiple, diperluasnya layanan urun dana, dibukanya channeling sebagai mitra pemasaran Perantara Pedagang Efek, serta kewajiban untuk mencatatkan saham di Bursa Efek.
 
Sementara itu, untuk meningkatkan kepercayaan serta perlindungan kepada investor, OJK mengatur mengenai pengendalian dan tanggung jawab pengendali, tahapan ke arah dematerialisasi efek, serta penanganan delisting, go private, pemailitan, dan pembubaran.
 
"OJK juga terus melakukan penerapan manajemen risiko perusahaan efek, penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Efek, dan pedoman dalam melakukan pemeringkatan efek untuk meningkatkan kualitas governance dari pelaku industri pasar modal yang berkontribusi pada terwujudnya pasar modal yang wajar, teratur dan efisien, serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat," pungkas Anto.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif