NEWSTICKER
Investasi. Dok : Medcom/Rizal.
Investasi. Dok : Medcom/Rizal.

Tips Kelola Keuangan Rumah Tangga di Tengah Wabah Korona

Ekonomi Virus Korona tips keuangan
Annisa ayu artanti • 17 Maret 2020 11:48
Jakarta: Pascapemerintah mengumumkan pasien-pasien yang terinfeksi virus korona, sejumlah masyarakat langsung panik. Mereka menyerbu pasar dan swalayan untuk membeli barang dengan tidak wajar.
 
Melihat fenomena ini, Perencana Keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie menganggap wajar adanya kepanikan tersebut. Namun kepanikan itu tidak boleh terlalu lama.
 
Masyarakat harus lebih tenang dalam menyikapi kondisi ini. Yang pasti, harus bisa membuat manajemen keuangan yang baik, khususnya mengenai keuangan rumah tangga. Jangan sampai, adanya pandemi ini justru mengacaukan keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prita mengatakan mengatur keuangan sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Selain itu ia juga menyebut, untuk sekarang ini lebih baik melakukan transaksi dengan cara nontunai dan meminimalisir penggunaan uang fisik.
 
"Paling, secara teknik saja sekarang lebih baik menggunakan cashless," kata Prita kepada Medcom.id, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Prita juga menambahkan, perekonomian Indonesia memang saat ini sedang diuji. Oleh karena itu, memperkokoh pondasi keuangan rumah tangga harus segera dilakukan.
 
"Ada banyak antisipasi yang perlu kita siapkan untuk menyikapi gejolak perekonomian," ujarnya.
 
Berikut tips mengatur keuangan:
 
1. Evaluasi Sumber Penghasilan.
 
Evaluasi sumber penghasilan sangat penting dilakukan saat ini karena tidak semua pekerjaan akan terdampak virus korona. Namun jika pekerjaan berdampak langsung oleh wabah virus korona, maka anggaran rumah tangga wajib untuk dievaluasi.
 
2. Hitung Ulang Bujet Rumah Tangga
 
Kita wajib waspada jika perusahaan tempat bekerja ternyata terkena imbas virus korona. Kita wajib mengevaluasi anggaran rumah tangga, seperti menghitung ulang kenaikan-kenaikan biaya berasal dari pos mana.
 
3. Perbesar Saldo Dana Darurat
 
Setelah menghitung ulang bujet rumah tangga, prioritaskan untuk memperkokoh likuiditas uang tunai yang kita miliki.
 
Untuk yang berstatus karyawan, besar saldo darurat sebaiknya tiga kali dari pengeluaran rutin bulanan. Sementara untuk freelancer dan memiliki usaha disarankan untuk memiliki dana darurat hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan.
 
Penggunaan dana darurat ini akan sangat bermanfaat untuk menambah biaya kesehatan.
 
4. Prioritaskan Pos Kesehatan.
 
Saat membuat bujet rumah tangga lebih baik menambah alokasi pos kesehatan. Anggaran pos kesehatan bisa digunakan untuk membeli minuman, makanan atau suplemen untuk menjaga imunitas.
 
5. Hindari Pembelian Barang Konsumsi dengan Pinjaman
 
Kita harus bisa menunda berbelanja atau melakukan pembelian yang bukan prioritas utama. Apalagi pembeliannya dengan cara mencicil. Hindari dulu pembelian ini selama beberapa bulan ke depan agar tidak ada kewajiban selain cicilan wajib.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif