Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

IHSG Siap Parkir di Jalur Hijau

Ekonomi IHSG
Ade Hapsari Lestarini • 15 Juli 2020 08:28
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham hari ini diprediksi akan berada di zona hijau.
 
Penguatan IHSG didukung dari sentimen global yang berada di jalur hijau. Selain itu sentimen dari dalam negeri juga turut mendongkrak laju IHSG.
 
"Kami memprediksi IHSG berpeluang menguat mengikuti pergerakan bursa global serta menanti data ekonomi. Salah satunya adalah neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini. Bulan sebelumnya, Indonesia mencetak neraca perdagangan yang surplus USD2,09 miliar," beber tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Rabu, 15 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pagi ini, indeks Nikkei Jepang dibuka menguat hingga 1,31 persen. Sementara indeks Kospi Korea Selatan juga terpantau naik 1,39 persen.
 
Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup naik. Indeks Dow Jones menguat 2,13 persen, indeks S&P500 naik 1,34 persen, dan Nasdaq naik 0,94 persen.
 
Bursa saham AS menguat setelah mendapat beberapa sentimen positif. Pertama, kasus baru covid-19 di Florida tercatat lebih rendah dari rata-rata tujuh hari terakhir. Sehingga menimbulkan indikasi kurva orang yang terpapar wabah ini sudah mereda.
 
"Yang kedua datang dari perusahaan Biotech Modena, yang melaporkan perkembangan vaksin virus koronanya," tambah hasil riset itu.
 
Dalam perkembangan terakhir, Modena mengklaim vaksin buatan mereka mampu menghasilkan imunitas yang kuat terhadap semua partisipan yang berjumlah 45 orang.
 
Adapun ke 45 orang tersebut menghasilkan antibodi penawar. Setiap pasien dalam uji klinis tersebut diberi dosis 25, 100, atau 250 mikrogram, dan mendapat dua kali dosis. Vaksin tersebut diklaim tidak memberikan efek samping.
 
Di sisi lain, sentimen negatif datang dari situasi politik antara AS dan Tiongkok yang kembali memanas. Presiden Trump menandatangani undang-undang yang memberikan sanksi kepada Tiongkok yang dianggap mengganggu otonomi Hong Kong.
 
Selain itu Trump juga menyatakan Hong Kong akan diberlakukan sama seperti China daratan dengan memberikan tarif impor sama seperti di Tiongkok.
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif