Dua perusahaaan resmi menjadi anggota BEI pada Kamis, 9 April 2020, yakni PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) dan PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF). Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Dua perusahaaan resmi menjadi anggota BEI pada Kamis, 9 April 2020, yakni PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) dan PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF). Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

IPO, Saham RONY dan CBMF Melonjak 35%

Ekonomi emiten bei ipo
Annisa ayu artanti • 09 April 2020 11:26
Jakarta: Tak hanya PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), Bursa Efek Indonesia (BEI) juga kedatangan dua emiten anyar di tengah pandemi virus korona (covid-19) yang belum mereda. Kedua emiten tersebut adalah PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) dan PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF).
 
Menurut pantauan Medcom.id, Kamis, 9 April 2020, saat pertama kali listing, saham kedua perusahaan tersebut melesat masing-masing 35 persen dari harga penawaran awal.
 
Saham RONY naik 35 poin dari harga Rp100 per saham menjadi Rp135 per saham. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak satu kali dengan volume 100 lot sehingga memperoleh dana sementara Rp1,35 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, saham CBMF naik 56 poin dari harga Rp160 per saham menjadi Rp216 per saham. Saham CBMF ditransaksikan sebanyak lima kali dengan volume 805 lot sehingga mendapatkan dana segar sebesar Rp17,38 juta.
 
Dalam keterangan tertulisnya, Presiden Direktur Aesler Jang Rony Yuwono menjelaskan perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur. Aesler menyediakan beberapa jasa seperti Architecture Design, Master Planing, Urban Planning, Commerial Planning, Hospital Planning, Interior Design, Construction Management, dan Interior Contractor.
 
Menurutnya, dengan menjadi perusahaan publik, Aesler akan melangkah sebagai perusahan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnisnya.
 
"Kami yakin bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat melalui penawaran umum ini dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Aesler sehingga dapat menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang," kata Jang.
 
Perolehan dana hasil IPO, lanjutnya, akan digunakan untuk pembelian alat seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out serta modal kerja dengan masing-masing persentase adalah 55 persen dan 45 persen.
 
"Dengan adanya penambahan teknologi yang digunakan, kami berharap dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien, sehingga bisa menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur Utama Cahaya Bintang Medan Suwandi mengatakan perusahaannya bergerak di industri furnitur. Menurutnya, menjadi perusahaan tercatat akan membuka peluang perusahaan menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab, Indonesia memiliki potensi yang besaruntuk mengembangkan industri furnitur.
 
Kebutuhan furnitur pun dinilainya terus meningkat dari tahun ke tahun didukung dengan meningkatnya industri perumahan serta populasi di perkotaan. Perusahaan berencana menggunakan dana IPO untuk meningkatkan produksi dan penambahan modal kerja.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif