Jajaran Direksi FWD Insurance. FOTO: FWD
Jajaran Direksi FWD Insurance. FOTO: FWD

FWD Insurance Siap Garap Potensi Pasar Asuransi di Indonesia

Ekonomi asuransi jiwa
Angga Bratadharma • 26 Januari 2021 07:41
Jakarta: PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT FWD Insurance Indonesia resmi menyelesaikan proses penggabungan yang membawa kedua entitas menjadi satu yang selanjutnya disebut PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance). Aksi korporasi ini diharap FWD Insurance bisa memacu bisnis mengingat potensi di Indonesia masih sangat besar.
 
Pada 2020, FWD Life mengakuisisi dan melakukan rebranding PT Commonwealth Life (PTCL) yang telah berdiri di Indonesia pada 1993. Adapun penggabungan itu dengan tetap berfokus pada teknologi digital sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin paham teknologi.
 
"Penggabungan ini merupakan bukti keyakinan yang kuat terhadap potensi pasar asuransi Indonesia dalam jangka panjang. Kami harap FWD dapat terus meraih kesuksesan bersama dan secara bersamaan berupaya mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi di Indonesia," kata CEO FWD Group Huynh Thanh Phong, dalam konferensi pers, Senin, 25 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama FWD Insurance Anantharaman Sridharan menambahkan dengan gabungan kekuatan yaitu pendekatan dan didukung oleh teknologi digital serta jaringan layanan yang luas dan basis nasabah yang kuat, FWD siap melayani nasabah dan meningkatkan pengalaman berasuransi mereka.
 
"Sebagai satu kesatuan, kami akan dengan mudah beradaptasi dalam menghadapi tantangan serta terus berupaya mendobrak stigma lama dan membuat asuransi lebih sederhana dengan proses yang lebih cepat dan mudah. Kami berkomitmen untuk terus membuat asuransi lebih mudah diakses bagi semua masyarakat Indonesia," klaim Anantharaman.
 
Anantharaman menambahkan fokus bisnis usai penggabungan yakni bagaimana mengoptimalkan pelayanan kepada nasabah, mengembangkan produk yang memberikan proteksi sesuai kebutuhan nasabah, dan memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga jauh lebih paham tentang pengelolaan keuangan.
 
"Kalau bicara angka (target bisnis usai penggabungan) adalah satu hal. Tapi penting juga bicara mengenai bagaimana kepuasaan nasabah. Bagaimana kalau angkanya (target bisnis) tercapai tapi kemudian kepuasan nasabah terbengkalai. Jadi kita melakukan strategi yang berfokus kepada hal-hal yang meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pengalaman berasuransi," tutupnya.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif