Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pentingnya Literasi Keuangan bagi Pebisnis Pemula

Ekonomi bisnis tips keuangan
Husen Miftahudin • 27 Oktober 2020 22:32
Jakarta: Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku bisnis pemula, terutama saat para pelaku bisnis akan mengambil keputusan yang memengaruhi kondisi keuangan. Sebab itu, maka pebisnis yang baru ingin memulai usaha sendiri harus mempelajari pengelolaan keuangan sejak awal.
 
"Dengan punya pemahaman literasi keuangan yang baik, maka kita bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan. Selain itu, tingginya tingkat literasi keuangan diyakini juga mampu meningkatkan kesejahteraan," ujar Wildan dalam keterangan resminya, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Dengan bertambahnya tingkat literasi keuangan, lanjutnya, maka pelaku bisnis pemula dan masyarakat pada umumnya dapat membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Sehingga, perencanaan keuangan keluarga atau pribadi menjadi lebih optimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wildan, pengelolaan keuangan usaha juga sama pentingnya di samping memiliki mindset bersikap adaptif dan kreatif guna membangun bisnis yang berkelanjutan dan komprehensif.
 
"Hal yang paling dasar harus dilakukan adalah dengan memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi. Maka dari situ pelaku usaha dapat memiliki gambaran jelas tentang kemampuan dan kebutuhan usahanya," tutur dia.
 
Apabila pelaku usaha sudah mengetahui terkait kemampuan keuangannya secara jelas, dan ingin menggunakan platform keuangan digital untuk melakukan ekspansi usaha, maka perlu memperhatikan tiga hal berikut.
 
"Pertama, pilih produk keuangan digital dari perusahaan yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Gunakan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Terakhir, pahami betul manfaat serta risiko atas produk keuangan yang akan digunakan," tegas Wildan.
 
Masa pandemi ini memberikan pelajaran penting bagi pelaku usaha, terutama dengan adanya perubahan kebiasaan dari masyarakat yang mengedepankan protokol kesehatan dan mengurangi interaksi fisik. Hanya pelaku usaha yang adaptif yang dapat terus menjaga usahanya supaya tetap kompetitif dan relevan.
 
Hal ini dirasakan Steven Huang, salah seorang merchant layanan e-commerce Akulaku Silvrr Indonesia yang kini sukses menjalankan bisnis pakaian laki-laki secara daring (online). Dalam menjalankan usahanya, Steven mengedepankan kreativitas dan lebih adaptif terhadap perkembangan, dan memanfaatkan teknologi yang tersedia.
 
Steven menambahkan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini para pelaku bisnis harus jeli melihat perubahan perilaku konsumen, dengan hampir semua orang saat ini lebih banyak beraktivitas di rumah dan pola konsumsi yang dilakukan melalui online. Di situlah pentingnya para pelaku bisnis perlu adaptasi berjualan online untuk menjangkau konsumen.
 
"Para pelaku bisnis juga dituntut harus cerdik dan melakukan adaptasi apabila usahanya sudah tidak dapat bertahan. Kita perlu mengembangkan bisnis, terutama di bisnis yang bisa dilakukan secara online," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif