Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Kenaikan Rasio Utang Bikin Rupiah 'Kepeleset'

Ekonomi utang luar negeri Kurs Rupiah
Husen Miftahudin • 19 Oktober 2020 20:27
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai kenaikan rasio utang Indonesia membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami pelemahan. Namun demikian, pelemahan yang dialami mata uang Garuda tersebut tidak terlalu dalam.
 
"Peningkatan jumlah utang mau tidak mau akan terjadi karena tingginya kebutuhan stimulus fiskal untuk menopang penurunan ekonomi alias countercyclical," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Menurut Ibrahim, kebijakan countercyclical tak hanya dilakukan Indonesia. Sebagian besar negara di dunia bahkan menggunakan kebijakan ini untuk menghalau perlambatan ekonomi imbas meluasnya wabah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk Indonesia, rasio utang hingga akhir tahun ini diperkirakan sebesar 38,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 30,5 persen PDB. Sementara untuk tahun depan, pemerintah memproyeksi rasio utang RI mencapai 41,8 persen PDB.
 
"Kendati demikian, rasio utang ini sejatinya masih lebih rendah dari negara-negara lain di dunia. Di kawasan Asia Tenggara misalnya, rasio utang Filipina sebesar 37 persen diperkirakan bakal naik menjadi 48,9 persen terhadap PDB pada tahun ini," papar dia.
 
Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami pelemahan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke posisi Rp14.707 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.697 per USD.
 
Mata uang Garuda tersebut melemah 10 poin atau setara 0,07 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.670 per USD sampai Rp14.724 per USD.
 
Menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di jalur hijau pada posisi Rp14.700 per USD. Rupiah menguat sebanyak 63 poin atau setara 0,43 persen, dari Rp14.763 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.
 
Begitu pula berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.741 per USD atau menguat sebanyak 25 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.766 per USD.
 
"Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan dibuka melemah, namun ditutup menguat tipis sebesar 5-25 poin di level Rp14.695 per USD hingga Rp14.730 per USD," tutup Ibrahim.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif