Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Tips: Jadi 'Menkeu', Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Asuransi

Ekonomi asuransi tips keuangan
Ade Hapsari Lestarini • 19 Juli 2021 06:15
Jakarta: Dalam sebuah keluarga, peran ibu rumah tangga tentunya sangat besar. Selain mengurus rumah, harus memiliki keahlian memasak, menjadi guru, merawat anggota keluarga hingga menjadi 'menteri keuangan' di rumah.
 
Jika memang suami yang bertugas mencari nafkah dilindungi oleh asuransi kesehatan dari tempat kerja, dan memproteksi diri dengan asuransi jiwa. Lantas, bagaimana dengan istri?
 
Beberapa ibu rumah tangga beruntung karena suami mereka mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan dari tempat kerjanya, yang bisa menanggung istri dan anaknya. Lalu, bagaimana jika fasilitas ini tidak ada? Berikut tips dari Perencana Keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar, dikutip Medcom.id, Senin, 19 Juli 2021.

Risiko tetap ada

Risiko akan jatuh sakit tentu saja ada. Seperti yang telah disampaikan dalam riset Lifepal sebelumnya, biaya medis akan terus mengalami kenaikan seiring dengan berjalannya waktu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa jadinya jika seorang ibu jatuh sakit dan harus menjalani rawat jalan dan tidak memiliki jaminan kesehatan? Tentu keluarganya harus membayar biaya berobat yang tidak murah. Pengeluaran rumah tangga tentunya akan menjadi bertambah besar karena pengeluaran darurat ini.
 
Bukan tidak mungkin, kita akan mencairkan investasi atau aset kita jika biaya berobat di rumah sakit ternyata melampaui batas kemampuan kita.

BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan

Mana lebih baik, BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan saja? Keduanya tentu saling melengkapi. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda-beda, namun tujuannya adalah satu, untuk membantu mengamankan kita dari risiko finansial ketika kita jatuh sakit.
 
BPJS Kesehatan tidak mengenal pre existing condition dan hampir semua penyakit bisa ditanggung di jaminan kesehatan itu. Namun untuk berobat ke dokter spesialis dengan BPJS Kesehatan, maka pasien harus mendapat rujukan dari dokter umum.
 
Bila Anda memiliki bujet terbatas, ada baiknya ibu rumah tangga asuransi rawat inap dan BPJS Kesehatan. Hal itu disebabkan biaya rawat inap yang mahal, sementara untuk rawat jalan, manfaatkan saja BPJS Kesehatan.

Apakah butuh asuransi jiwa?

Asuransi jiwa lebih ditujukan untuk pencari nafkah karena fungsinya adalah memitigasi risiko hilangnya pendapatan jika kepala keluarga kehilangan kemampuan untuk mencari nafkah, sebut saja karena kehilangan fungsi anggota tubuh maupun meninggal dunia.
 
Jika diperlukan asuransi tambahan, adalah asuransi penyakit kritis. Santunan tunai diberikan saat nasabah terdiagnosis salah satu dari beberapa jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh polis.
 
Dari bentuknya, asuransi kritis dibagi menjadi dua yaitu asuransi penyakit kritis murni atau yang hanya berfokus pada asuransi penyakit kritis saja, dan satu lagi berbentuk rider atau pelengkap.
 
Jika asuransi kritis tersebut berbentuk rider, nasabah harus terlebih dahulu tergabung dalam polis asuransi kesehatan atau jiwa, sebagai asuransi utama sebelum membeli polis tambahan penyakit kritis.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif