Foto: dok BTN.
Foto: dok BTN.

Pantau Gerak Kurs Rupiah Hari Ini

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah
Husen Miftahudin • 16 Oktober 2020 06:29
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bakal mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2020. Namun kondisi ini tidak akan bertahan lama, mata uang Garuda pada sesi siang diramal akan kembali melemah.
 
"Namun kemungkinan rupiah ditutup menguat terbatas sebesar 10-30 poin di level Rp14.660 per USD sampai Rp14.710 per USD," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Dalam perdagangan Kamis, 15 Oktober 2020, rupiah mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.7690 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.725 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mata uang Garuda tersebut menguat 27 poin atau setara 0,19 persen. Adapun rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.707 per USD sampai Rp14.752 per USD.
 
Menurut Ibrahim, penguatan rupiah kemarin ditopang respons positif pelaku pasar keuangan terhadap pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Ekonomi dalam negeri bakal kembali pulih mengingat banyak masyarakat yang mulai kembali aktif bekerja, berbelanja di mal, restoran pun kembali ramai.
 
Tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kembali membaik juga tercermin dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait data ekspor impor untuk periode September 2020. Nilai ekspor tercatat sebesar USD14,01 miliar, sementara nilai impor tercatat USD11,57 miliar. Dengan begitu, maka neraca dagang September terjadi surplus USD2,44 miliar.
 
"Angka-angka tersebut melebihi ekspektasi para analis yang memperkirakan ekspor akan terkontraksi atau tumbuh negatif nyaris delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sementara untuk impor diperkirakan turun sebesar 25,15 persen (yoy). Ini membuat neraca perdagangan surplus USD2,06 miliar," papar dia.
 
Selain itu, sebelum vaksin merah putih diserahkan ke Bio Farma, pemerintah akan melakukan uji coba vaksin tersebut pada hewan pada November 2020. Vaksin merah putih merupakan vaksin covid-19 buatan dalam negeri dengan progres yang telah mencapai 55 persen.
 
"Bila proses pengembangan vaksin dan uji praktek pada hewan untuk vaksin merah putih berjalan lancar, maka di tahun depan bisa dipasarkan," ucap Ibrahim.
 
Dengan berhasilnya uji coba vaksin tersebut, maka Indonesia akan memiliki vaksin merah putih buatan anak bangsa yang bisa bersaing dengan negara-negara yang sebelumnya sudah mengklaim memiliki vaksin covid-19.
 
"Dengan vaksin tersebut, maka untuk harga vaksin pun relatif terjangkau dibandingkan dengan vaksin buatan luar negeri. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia," tutup Ibrahim.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif