Kerugian Indosat semakin membengkak. Foto: AFP
Kerugian Indosat semakin membengkak. Foto: AFP

Rugi Indosat Terus Membengkak

Ekonomi Emiten Indosat Ooredoo
Annisa ayu artanti • 05 November 2020 13:32
Jakarta: PT Indosat Tbk mencatat kerugian yang kian membengkak pada sembilan bulan pertama 2020 meskipun mengalami peningkatan pendapatan.
 
Mengutip investor memo yang diterbitkan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 5 November 2020, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp457,5 miliar atau naik sebesar Rp172,9 miliar dari periode yang sama tahun lalu.
 
Membesarnya rugi tersebut dijelaskan manajemen karena dampak penyesuaian organisasi dan kenaikan biaya keuangan dari liabilitas sewa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dari segi pendapatan pada periode ini emiten bersandi ISAT ini mencatat kenaikan sebesar 9,2 persen atau meningkat Rp1,74 triliun menjadi Rp20,59 triliun.
 
Bila dirinci, layanan dari pos selular pada periode ini tercatat Rp17,03 triliun atau naik 12,9 persen. Sementara layanan Multimedia, data Communication, Internet (MIDI) tercatat mengalami penurunan 2,5 persen menjadi Rp3,16 triliun. Sedangkan layanan telekomunikasi tetap turun 24 persen menjadi Rp395,5 miliar
 
Adapau porsi layanan selular, Multimedia, data Communication, Internet (MIDI), dan telekomunikasi tetap terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada 30 September masing-masing sebesar 83 persen, 15 persen, dan dua persen.
 
Selain itu, pertumbuhan jumlah pelanggan selular yang tercatat sebesar 60,4 juta pada akhir September 2020 juga mendorong peningkatan laba.
 
Lebih lanjut, dari pos beban Indosat mencatat kenaikan pos beban sebesar 8,7 persen menjadi Rp18,83 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2020.
 
Peningkatan pos beban utamanya diakibatkan oleh beban karyawan dan beban depresiasi dan amortisasi, yang diimbangi oleh penurunan dalam beban pemasaran, serta beban umum dan administrasi.
 
Indosat juga mencatat beban biaya sebesar Rp2,15 triliun, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena meningkatnya kerugian selisih kurs sebesar Rp104,2 miliar serta meningkatnya biaya keuangan yang utamanya dari liabilitas sewa sebesar Rp266,2 miliar.
 
Dari segi aset, ISAT mencatat aset lancar turun 17,7 persen menjadi Rp10,23 triliun dan aset tidak lancar naik 2,5 persen menjadi Rp51,6 triliun. Liabilitas jangka pendek dan panjang masing-masing sebesar Rp20,91 triliun dan Rp27,64 triliun.
 
Per 30 September 2020, ISAT memiliki utang pokok sebesar Rp17,46 triliun. Sementara posisi kas perusahaan per 30 September 2020 sebesar Rp4,34 triliun dengan utang bersih sebesar Rp13,12 triliun.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif