Direktur Utama FAP Agri Donny (kiri). Foto: dok BEI.
Direktur Utama FAP Agri Donny (kiri). Foto: dok BEI.

Listing Perdana di 2021, Saham FAPA Melesat 25%

Ekonomi Emiten Saham BEI ipo
Ade Hapsari Lestarini • 04 Januari 2021 10:52
Jakarta: PT FAP Agri Tbk (FAPA) resmi melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan industri kelapa sawit merupakan emiten pertama yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2021.
 
Pantauan Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021, saat pembukaan perdagangan, saham emiten melonjak 25 persen ke level Rp2.300 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp1.840 per lembar saham.
 
Volume perdagangan saham perseroan mencapai 3,32 juta lembar senilai Rp7,54 miliar. Saham perseroan pun diperdagangkan sebanyak 666 kali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


FAPA telah menawarkan sejumlah 544.411.800 lembar saham atau sebesar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Saham-saham tersebut ditawarkan dengan harga Rp1.840 per lembar.
 
Sementara nilai emisi seluruhnya berjumlah sebesar Rp1.001.717.712.000. Dalam IPO-nya, FAPA menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
 
Saat ini, FAPA mengoperasikan perkebunan dan fasilitas pengolahan kelapa sawit melalui para entitas anaknya yang berdomisili di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Riau. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran utang bank.
 
Baca: FAP Agri, Emiten Pertama di 2021 Siap Melantai di Bursa
 
Direktur Utama FAPA Donny menjelaskan bahwa bisnis minyak kelapa sawit memiliki potensi yang besar, di antaranya karena permintaan internasional yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia.
 
"Kemudian tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati yang lain, dan gencarnya kampanye penggunaan biofuel secara nasional dan global," kata dia dalam keterangan resminya, Senin, 4 Januari 2021.
 
Sebagai perusahaan yang tercatat di BEI, FAPA akan mendapatkan akses pada sumber pendanaan yang lebih luas dan berpeluang untuk mengembangkan usahanya.
 
FAPA berdiri pada 1994 dan saat ini melakukan kegiatan usaha utama di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit melalui entitas anak. Dengan visi menjadi salah satu perusahaan perkebunan sawit terbaik dari segala aspek, per 31 Mei 2020, entitas anak telah mengelola total lahan tertanam seluas lebih dari 86 ribu hektare (ha).
 
Serta penguasaan lahan lebih dari 110 ribu ha yang tersebar di Kalimantan dan Riau, lima unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan total kapasitas sekitar 285 ton per jam, dan satu unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit (PPIS) dengan kapasitas sekitar 108 ton per hari di Kalimantan.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif