Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Kurs Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.120/USD

Ekonomi Kurs Rupiah
Angga Bratadharma • 12 Januari 2021 09:28
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menguat tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.125 per USD. Mata uang Garuda kokoh di area hijau jelang implementasi program vaksinasi covid-19 yang direncanakan dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 12 Januari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.120 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.120 hingga Rp14.165 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.009 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,38 persen menjadi 90,4600.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2163 dari USD1,2212 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3524 dari USD1,3560 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7708 dibandingkan dengan USD0,7747.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 104,15 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8894 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8865 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2775 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2711 dolar Kanada.
 
Imbal hasil obligasi AS telah menguat baru-baru ini dengan imbal hasil bertenor 10-tahun naik di atas 1,1 persen pada Senin waktu setempat, di tengah ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut di bawah pemerintahan Biden dan Kongres. Namun, analis memperkirakan greenback melemah selama prospek pemulihan global tetap menjadi fokus.
 
"Pemulihan ekonomi yang lebih luas akan meningkatkan prospek mata uang prosiklikal lebih banyak dan mengarah pada penurunan yang sesuai dalam permintaan untuk aset safe haven, seperti dolar AS," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang mereka cetak pada minggu sebelumnya. Kasus aktif covid-19 yang terus melonjak masih membayangi gerak bursa Wall Street.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 89,28 poin atau 0,29 persen menjadi 31.008,69. Kemudian S&P 500 melemah sebanyak 25,07 poin atau 0,66 persen menjadi 3.799,61. Indeks Komposit Nasdaq turun 165,54 poin atau 1,25 persen menjadi 13.036,43 poin.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif