Ilustrasi sektor keuangan digital - - Foto: Medcom
Ilustrasi sektor keuangan digital - - Foto: Medcom

Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 Raup Transaksi Rp4,5 Triliun

Ekonomi OJK Industri Keuangan Fintech
Husen Miftahudin • 25 November 2020 12:26
Jakarta: Pagelaran Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 berhasil meraup nilai transaksi sebesar Rp4,5 triliun. Even keuangan digital secara virtual ini dihadiri oleh lebih dari 39 ribu peserta.

"Ada Rp4,5 triliun nilai transaksi dari penyelenggara fintech yang berpartisipasi selama pekan fintech ini. Kemudian ada 39.500 lebih total attendances (kehadiran) pada sesi virtual dan webinar," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida dalam penutupan Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.
 
Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 melibatkan 40 penyelenggara keuangan digital. Ada 41 webinar edukatif dengan 180 lebih pembicara nasional maupun internasional.
 
Secara statistik, terdapat sekitar 8,62 juta orang yang melihat dan membaca ragam informasi Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 dari media dan media sosial. Kemudian ada 13,6 juta jumlah pengguna dari penyelenggara fintech yang berpartisipasi sepanjang acara ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu ini merupakan suatu prestasi yang saya juga sangat apresiasi kepada kita semua. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa membangun ekosistem yang lebih cepat di industri keuangan digital kita," paparnya.
 
Nurhaida menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu mempercepat perkembangan industri fintech. Salah satunya dengan menyediakan layanan daring (online) terhadap perizinan dan pendaftaran fintech selama masa pandemi covid-19.
 
"Jadi kami memberikan layanan online. Tidak harus tatap muka dan fisik, tetapi pendaftaran bisa dilakukan secara online," jelas dia.
 
Di samping itu, OJK juga telah mempunyai roadmap atau peta jalan dalam rangka pengembangan fintech yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan guna mendorong percepatan perkembangan industri fintech yang telah menjadi salah satu visi OJK sebagai regulator jasa keuangan.
 
"Tentu kita harapkan inovasi keuangan digital yang berkembang adalah inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab, serta mengedepankan perlindungan konsumen untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," pungkas Nurhaida.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif