Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Gara-gara Lonjakan Inflasi, Rupiah Tak Berdaya Digilas Dolar

Ekonomi rupiah Kurs Rupiah The Fed Dolar AS Inflasi AS
Husen Miftahudin • 12 Mei 2022 16:54
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan imbas lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS).
 
"Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya karena investor mencerna indeks harga konsumen AS yang menunjukkan inflasi tetap tinggi. Tapi lonjakan inflasi ini telah mencapai puncaknya dan meredakan beberapa kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari Federal Reserve," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Adapun tingkat inflasi AS pada April 2022 sebesar 8,3 persen dan mendekati level tertinggi selama 40 tahun terakhir. Data ini dinilai tidak mungkin menggagalkan rencana kebijakan moneter yang agresif oleh bank sentral AS, The Fed.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,3 persen (mtm), ini menjadi kenaikan terkecil sejak Agustus 2021. Pada bulan lalu, CPI AS naik hingga 1,2 persen (mtm) dan menjadi kenaikan terbesar sejak September 2005.
 
Di sisi lain, Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya menjadi satu persen untuk meredam tingkat inflasi. Investor khawatir tentang kebijakan pengetatan dari The Fed dapat menyebabkan resesi.
 
"Imbal hasil AS 10-tahun pun memperpanjang penurunan menjadi 2,90 persen," terang Ibrahim.
 
Menurutnya, investor mengharapkan setidaknya setengah persentase kenaikan pada masing-masing dari dua pertemuan Fed berikutnya, pada 15 Juni dan 27 Juli.
 
"Tingkat inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran atas perlunya Fed untuk mempercepat jalur pengetatan kebijakannya," ucap Ibrahim.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.598 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun sebanyak 44 poin atau setara 0,30 persen dari posisi Rp14.554 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.595 per USD. Rupiah melemah 53 poin atau setara 0,36 persen dari Rp14.542 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.585 per USD atau turun 39 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.546 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.580 per USD sampai Rp14.640 per USD," tutup Ibrahim.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif