Pegadaian ikuti arahan OJK untuk memberikan relaksasi kredit selama pandemi. Foto: MI/Ramdani
Pegadaian ikuti arahan OJK untuk memberikan relaksasi kredit selama pandemi. Foto: MI/Ramdani

Pegadaian Restrukturisasi Pinjaman Senilai Rp1,42 Triliun

Ekonomi Kredit Pegadaian
Husen Miftahudin • 29 Juli 2020 16:19
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) mendukung upaya pemerintah memulihkan perekonomian nasional. Salah satu langkahnya yakni dengan meringankan beban nasabah melalui restrukturisasi kredit atau pinjaman, sesuai dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ninis Kesuma Adriani menyampaikan hingga Juni 2020 perusahaan telah merestrukturisasi pinjaman dengan total nilai mencapai sebanyak Rp1,42 triliun.
 
"Untuk total nasabah yang sudah direstrukturisasi sampai dengan Juni 2020 sebanyak 39.346 nasabah," ujar Ninis dalam telekonferensi Paparan Kinerja Pegadaian Semester I-2020, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Restrukturisasi ini diharapkan membuat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Pegadaian membaik. Sebab dalam ketentuannya, program restrukturisasi ini tidak mewajibkan lembaga jasa keuangan membentuk pencadangan lantaran kredit yang direstrukturisasi langsung dihitung sebagai kredit lancar.
 
Saat ini rasio NPL Pegadaian hingga Juni 2020 mencapai sebesar 2,37 persen. Angka ini mengalami kenaikan ketimbang posisi NPL perusahaan pada Juni 2019 sebesar 2,32 persen.
 
Menurut Ninis, implementasi program restrukturisasi kredit oleh Pegadaian diharapkan mampu menekan angka kredit bermasalah hingga akhir tahun. Adapun target realistis NPL perusahaan hingga akhir tahun ini sebesar 2,5 persen.
 
"Tapi kita memang berusaha untuk mencapai angka NPL hanya dua atau bisa lebih baik di bawah dua persen. Tapi kalau target realistis yang kami sampaikan kurang lebih di 2,5 persen. Kalau sekarang 2,37 persen, mestinya dengan dibantu restrukturisasi mudah-mudahan nanti juga bisa membantu penurunan NPL," ungkap Ninis.
 
Terkait kinerja keuangan perusahaan hingga semester I-2020, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,5 triliun. Angka ini cenderung stagnan bila dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.
 
Raihan laba itu terdorong oleh kenaikan jumlah nasabah yang pada Juni 2020 mencapai sebanyak 15,04 juta nasabah. Angka itu meningkat 8,5 persen dibandingkan posisi akhir 2019 yang hanya sebesar 13,86 juta nasabah.
 
Di sisi lain, aset Pegadaian per Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 22 persen (yoy), dari Rp56,1 triliun menjadi Rp68,4 triliun. Seiring dengan itu, liabilitas perusahaan tumbuh 23,5 persen (yoy) dari Rp35,8 triliun menjadi Rp44,2 triliun.
 
Kemudian ekuitasnya tumbuh 19,5 persen (yoy), dari Rp20,3 triliun menjadi Rp24,2 triliun. Termasuk omzet perusahaan yang juga mengalami kenaikan sebanyak 18,8 persen dari Rp67,7 triliun menjadi Rp80,4 triliun.
 
Sementara return on asset (ROA) mengalami penurunan, dari 5,47 persen jadi 4,47 persen (yoy). Sedangkan return on equity (ROE) juga mengalami penurunan dari 13,48 persen menjadi 12,64 persen per Juni 2020.
 
Di sisi lain, rasio utang atau debt to equity ratio (DER) meningkat dari 1,77 kali menjadi 1,83 kali. Begitu juga beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang naik dari 73,94 persen menjadi 80,46 persen.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif