Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Kinerja Industri Perbankan Masih Bagus

Ekonomi ojk perbankan Virus Korona
Husen Miftahudin • 06 April 2020 07:09
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerja industri perbankan hingga tiga bulan pertama 2020 masih dalam kondisi yang positif dan bagus meski diterjang merebaknya pandemi virus korona (covid-19). Hal tersebut terlihat dari sisi permodalan maupun kualitas kredit.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan rasio kecukupan permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) bank-bank domestik masih tercatat di kisaran 22,42 persen. Begitu pula dengan capaian likuiditasnya.
 
"Kalau kita ukur bank-bank BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) III dan IV yang diukur dengan liquidity coverage ratio (LCR) itu rasio-rasionya masih di atas 200 persen. Itu artinya bahwa likuiditas perbankan kita masih oke," ujar Heru dalam telekonferensi di Jakarta, Minggu sore, 5 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, lanjutnya, likuiditas BUKU I dan II yang tercermin dari rasio alat likuid (AL) terhadap non core deposit (NCD) juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Rasio AL/NCD bank umum dengan kategori ini tercatat masih di atas 100 persen. "Artinya sampai dengan saat ini itu masih oke," tuturnya.
 
Demikian pula dengan kondisi rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL). "NPL gross pada posisi 2,79 persen sementara net-nya satu persen. Itu kan mengindikasikan bahwa risiko NPL masih bagus pada posisi sekarang," tegasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan secara umum kinerja industri perbankan masih terjaga. Meski terkena dampak akibat diguncang pandemi covid-19, namun rasio kredit bermasalah bisa diatasi.
 
"Kondisi perbankan secara umum masih oke. Suka atau tidak suka semua sektor sudah mengalami gangguan terutama dalam operasinya. NPL bisa diatasi, namun cashflow bisa terganggu," urai Wimboh.
 
Wimboh juga mengimbau agar investor tidak melulu berpikir pada angka-angka target kinerja hingga akhir tahun. Regulator berharap semua pihak mendukung upaya pemerintah dalam meredam dampak virus korona tersebut.
 
"Kita melihat, kita bisa mengurangi dampak negatifnya dulu. Kami yakin akan reda, tinggal masalah waktu dan semua berusaha keras secepat-cepatnya agar bisa leluasa berusaha lagi. Nah di situlah nanti kita berbicara bagaimana proyeksi kita sampai dengan akhir tahun atau bahkan di 2021," tutup Wimboh.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif