Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin

BI Optimistis Rupiah Rp15 Ribu/USD di Akhir 2020

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
Husen Miftahudin • 02 April 2020 12:52
Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah berada di level Rp15 ribu per USD pada akhir 2020. Pasalnya, mata uang Garuda saat ini bergerak dalam rentang memadai.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan dukungan investor dan pasar keuangan akan membuat nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung mengalami penguatan hingga akhir tahun.

 
"Dengan langkah-langkah bersama, Insyaallah kami mempunyai keyakinan bahwa nilai tukar rupiah tidak hanya bergerak stabil tapi bahkan akan cenderung menguat sampai sekitar Rp15 ribu per USD pada akhir tahun ini," tegas Perry dalam telekonferensi dari kantor pusat BI di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry sekaligus memastikan nilai tukar rupiah yang disampaikan dalam telekonferensi bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kemarin merupakan skenario 'what if', bukan proyeksi. Skenario buruk dan sangat buruk imbas merebaknya pandemi virus korona (covid-19) yang sebisa mungkin dicegah agar tidak terjadi.
 
Ada dua skenario 'what if' terhadap mata uang Garuda tersebut, yakni berat dan sangat berat. Dalam skenario berat, nilai tukar rupiah berada pada level Rp17.500 per USD. Sementara skenario sangat berat, rupiah berada di level Rp20 ribu per USD.
 
"Kami perlu tekankan bahwa angka-angka makro itu yang disampaikan kemarin adalah 'what if' skenario. Nilai tukar rupiah yang kemarin disebutkan Rp17.500 per USD dalam skenario berat dan Rp20 ribu dalam skenario sangat berat itu adalah 'what if' skenario, bukan proyeksi," jelas Perry.
 
Selain itu, Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung upaya dan langkah pemerintah dalam menangkal dampak pegebluk covid-19. Termasuk dalam menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak lebih rendah dari proyeksi 2,3 persen di tahun ini.
 
Dalam skenariooutlookindikator utama makroekonomi yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kemarin, skenario berat yang dikalkulasi pemerintah menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2020 bakal melorot ke 2,3 persen. Sementara dalam skenario sangat berat, pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa minus 0,4 persen.
 
"Dengan berbagaipolicy-policyyang akan kita lakukan secara baik, pertumbuhan ekonomi kita upayakan akan tidak lebih rendah dari 2,3 persen PDB (Produk Domestik Bruto). Hal itu dilakukan dengan langkah-langkah stimulus fiskal maupun juga stabilitas di sektor keuangan termasuk di nilai tukar rupiah," tutup Perry.
 
Adapun dalam sepekan kemarin nilai tukar rupiah menunjukkan otot-ototnya dan menjauhi level Rp17 ribu per USD. Meskipun pada perdagangan Kamis pagi ini terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp16.450 per USD.
 
MengutipBloomberg, Kamis, 2 April 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp16.505 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.505 per USD. Sedangkan menurutYahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.286 per USD.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif