Ilustrasi - - Foto: Medcom.id
Ilustrasi - - Foto: Medcom.id

OJK Terbitkan Ketentuan Relaksasi Kredit Leasing

Ekonomi ojk kredit
Husen Miftahudin • 31 Maret 2020 11:24
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mengeluarkan panduan bagi perusahaan pembiayaan atau leasing dan multifinance terkait relaksasi (kelonggaran) kredit. Ketentuan yang tertuang dalam surat bernomor S-9/D.05/2020 ini ditujukan untuk menghalau dampak penyebaran virus korona (covid-19) bagi kinerja Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (LJKNB) dan konsumen yang terdampak.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi membeberkan sederet kebijakan countercyclical dampak penyebaran pandemi covid-19 bagi leasing. Pertama, memperpanjang batas waktu penyampaian laporan berkala perusahaan pembiayaan kepada OJK yang telah diinformasikan sebelumnya melalui surat nomor S-7/D.05/2020 pada 23 Maret 2020.
 
Kemudian, pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) pihak utama perusahaan pembiayaan dapat dilakukan melalui video conference. Selanjutnya, penetapan kualitas pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19 dengan plafon pembiayaan maksimal Rp10 miliar yang didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan bunga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perusahaan pembiayaan dapat melakukan restrukturisasi terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19 dengan mempertimbangkan beberapa aspek," ujar Riswinandi mengutip surat tersebut, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Aspek yang dimaksud adalah adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pemberi pinjaman, bagi sumber pendanaan dalam bentuk executing. Lalu adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pemilik dana yang pembiayaannya dilaksanakan melalui joint financing dan channelling.
 
Adanya permohonan restrukturisasi debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19. Adanya penilaian kebutuhan dan kelayakan restrukturisasi dari perusahaan pembiayaan.

 
Kemudian kualitas pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak covid-19 yang direstrukturisasi ditetapkan lancar sejak dilakukan restrukturisasi. Serta, perusahaan pembiayaan dapat memberikan pembiayaan baru kepada debitur yang terkena dampak covid-19 dengan didasarkan pada analisis pembiayaan yang dapat memberikan keyakinan atas itikad baik, kemampuan, dan kesanggupan debitur untuk melunasi pembiayaannya.
 
"Penerapan kebijakan countercyclical ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik."
 
Terkait pelaksanaan pengawasan terhadap individual perusahaan pembiayaan, OJK dapat meminta perusahaan pembiayaan untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat daripada kebijakan countercyclical yang dimaksud. Adapun kebijakan countercyclical ini mulai berlaku pada 30 Maret 2020.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif