Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pagi Terhantam Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 12 Mei 2020 09:16
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.895 per USD. Mata uang Garuda terhantam mata uang Paman Sam ketika investor mengirimkan sinyal beragam tentang risiko di tengah pandemi covid-19.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 12 Mei 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.939 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.937 hingga Rp14.951 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.700 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat yang biasanya berfungsi sebagai investasi safe haven, menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Bahkan, ketika investor menambahkan risiko pada portofolio mereka, membeli saham AS dan menjual obligasi pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para investor memiliki ekspektasi risiko yang beragam, dengan peringatan akan adanya gelombang kedua infeksi covid-19 ketika lebih banyak negara mengurangi pembatasan penguncian atau lockdown.
 
Jerman melaporkan bahwa infeksi virus korona baru melaju secara eksponensial setelah langkah-langkah awal untuk melonggarkan pengunciannya, berita yang terdengar sebagai tanda bahaya global bahkan ketika bisnis mulai dari salon rambut Paris hingga Disneyland Shanghai dibuka kembali. Infeksi Korea Selatan juga naik lagi ke level tertinggi satu bulan.
 
Jepang mengatakan bahwa pihaknya dapat mengakhiri keadaan darurat di banyak daerah minggu ini dan Selandia Baru mengatakan mereka dapat mengurangi pembatasan pada Kamis, 14 Mei. Inggris juga telah menetapkan rencana untuk melonggarkan penguncian, sementara toko-toko di Prancis dibuka kembali pada Senin, 11 Mei.
 
"Kekhawatiran pasar akan pembukaan kembali ekonomi terlalu cepat yang mengakibatkan gelombang virus lainnya akan terus membuat investor berhati-hati," tulis analis di Action Economics.
 
"Namun ini bukan lingkungan risk-off (penghindaran risiko) klasik," kata Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Investments.
 
Di satu sisi, Merk mencatat, ada bukti langkah risk-off. Indeks dolar yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, menguat 0,37 persen menjadi 100,16. Franc Swiss, tempat berlindung yang aman, naik terhadap euro ke level tertinggi lebih dari dua minggu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif