Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Dolar AS Naik Daun, Diprediksi Masih Lanjutkan Penguatan

Ekonomi Inflasi Kurs Rupiah The Fed Dolar AS
Husen Miftahudin • 22 Oktober 2021 17:17
Jakarta: Kurs rupiah berhasil menahan laju penguatan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Meskipun pada awalnya, mata uang Garuda tersebut sempat kewalahan saat perdagangan masih berlangsung.
 
"Dalam perdagangan akhir pekan, rupiah ditutup stagnan walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp14.122 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.123 per USD," ucap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam siaran persnya, Jumat, 22 Oktober 2021.
 
Ibrahim mengungkapkan, saat ini dolar AS tengah 'naik daun' dan bersiap untuk kenaikan mingguan keduanya. Sebelumnya, tren penurunan dolar AS dari imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi meningkatkan taruhan bahwa bank sentral dapat segera memulai pengurangan aset (tapering)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Federal Reserve AS (The Fed) harus membiarkan neraca USD8 triliun berkurang selama beberapa tahun ke depan, kata Gubernur Fed Christopher Waller," ujar Ibrahim menerangkan.
 
Ia melanjutkan, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic bahkan memperkirakan inflasi yang tinggi akan bertahan hingga 2022 dan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga pada akhir 2022. Ketua Fed Jerome Powell juga akan mengambil bagian dalam diskusi panel kebijakan di kemudian hari.
 
Sementara di Asia Pasifik, Bank of Japan sedang mempertimbangkan apakah akan menghapus program pinjaman covid-19 jika jumlah kasus di negara itu terus turun. Bank sentral berpotensi keluar dari kebijakan mode krisis utama lebih cepat dari yang diharapkan jika memutuskan untuk menghapus program secara bertahap.
 
"Sementara itu, indeks harga konsumen inti (CPI) nasional Jepang tumbuh 0,1 persen (yoy) di bulan September. Data tersebut juga menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional tumbuh 0,4 persen (mtm) dan 0,2 persen (yoy)," ulas Ibrahim.
 
Dari faktor domestik, menurutnya, covid-19 menjadi pelajaran yang berharga dan bisa menjadi peluang besar untuk Indonesia melangkah ke depan yaitu menuju Indonesia yang lebih baik dan fundamental ekonomi semakin kokoh.
 
"Pandemi covid-19 memberikan banyak pelajaran penting bagi seluruh golongan masyarakat  dengan mengekspos hal-hal yang masih perlu diperkuat di Indonesia," urai dia.
 
Hal-hal tersebut antara lain sistem dan layanan kesehatan, logistik dan infrastruktur, digital teknologi, serta kompetensi sumber daya manusia. Selain tantangan dan pelajaran berharga, pandemi juga membuka begitu banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Salah satu peluangnya adalah melakukan reformasi terhadap regulasi yang selama ini tumpang tindih serta adanya kesempatan untuk melakukan konsolidasi domestik. Di samping itu, investasi memiliki peran penting dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Oleh karena itu, berbagai peluang kolaborasi dengan sejumlah investor baik investor dalam negeri dan investor global untuk berinvestasi sehingga para investor memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia apalagi Indonesia terus membenahi ekosistem investasi, kepastian regulasi, serta proses investasi yang jelas dan transparan," papar Ibrahim.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif