Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Berkat Program PEN dan Transformasi, BTN Cetak Laba Rp1,52 Triliun

Ekonomi BUMN Kredit BTN laporan keuangan PPN rumah Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 21 Oktober 2021 16:04
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang periode Januari-September 2021. Kinerja gemilang tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan otoritas terkait yang mengeluarkan berbagai kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga membuat industri perbankan dan sektor properti kembali menggeliat.
 
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, sepanjang periode Januari hingga September 2021 perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 35,32 persen (yoy) menjadi Rp1,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,12 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit serta efisiensi biaya dana atau Cost of Fund (CoF).
 
"Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan BTN," ujar Haru dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Keuangan BTN secara virtual, Kamis, 21 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haru menuturkan, pada kuartal ketiga tahun ini perseroan berhasil meningkatkan komposisi dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA). Dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mengalami kenaikan 6,56 persen (yoy) menjadi Rp291,26 triliun per September 2021, komposisi dana murah mengalami peningkatan menjadi 41,53 persen dari 36,96 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 16,81 persen (yoy) dan 24,55 persen (yoy). "Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat perseroan berhasil menekan turun Cost of Fund sebesar 170 bps secara tahunan dari 4,98 persen menjadi 3,28 persen di September 2021," papar dia.
 
Sementara itu, BTN juga berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021. Angka ini naik 6,03 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun.
 
Menurut Haru, kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut mendongkrak aset perseroan sebesar 3,10 persen menjadi Rp368,05 triliun per 30 September 2021.
 
"Kinerja positif yang diraih BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder terutama pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan sektor properti," tutur Haru.
 
Ia menambahkan, tumbuhnya sektor properti termasuk pembiayaan perumahan juga tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah yang sukses melakukan program vaksinasi nasional dan memberikan stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi.
 
"Adapun, stimulus yang diberikan pemerintah seperti insentif PPN rumah nol persen untuk sektor properti dan kebijakan dana PEN yang ditempatkan di perbankan nasional termasuk BTN telah membuat permintaan pembiayaan rumah meningkat," pungkas Haru.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif