Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

OJK Pasang Sejumlah Target Kinerja Industri Jasa Keuangan di 2022

Ekonomi OJK jasa keuangan industri keuangan non bank (iknb)
Husen Miftahudin • 20 Januari 2022 21:50
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sejumlah target terhadap kinerja industri jasa keuangan di sepanjang 2022. Target-target ini diyakini dapat tercapai dengan sejumlah indikator pendorongnya.
 
"Kami optimistis kinerja industri jasa keuangan pada tahun ini akan semakin membaik didorong stabilitas sektor keuangan yang terjaga, kebijakan pengawasan yang solid, serta laju perekonomian yang mulai pulih dari dampak pandemi covid-19," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 20 Januari 2022.
 
Untuk kredit perbankan, OJK menetapkan target pertumbuhan di level 7,5 persen plus minus satu persen atau di kisaran 6,5 persen sampai 8,5 persen. Sementar Dana Pihak Ketiga (DPK) diproyeksi tumbuh di level 10 persen plus minus satu persen atau direntang sembilan persen sampai 11 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


OJK juga memperkirakan penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di kisaran Rp125 triliun hingga Rp175 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan juga akan tumbuh sekitar 12 persen plus minus satu persen atau di kisaran 11 persen hingga 13 persen.
 
Aset perusahaan asuransi jiwa serta aset perusahaan asuransi umum dan reasuransi diperkirakan tumbuh 4,66 persen dan 3,14 persen. Sementara, pertumbuhan aset dana pensiun akan mencapai 6,47 persen.
 
Wimboh menyampaikan proyeksi optimistis itu didorong kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan yang terus membaik, serta didukung keberhasilan penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah.
 
"Sistem keuangan Indonesia pun terjaga dengan baik yang terlihat dari indeks stabilitas sistem keuangan yang terkendali di 2021," tutup Wimboh.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif