Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.

BI Terbitkan Ketentuan Teknis CCP SBNT

Ekonomi
Eko Nordiansyah • 01 Juni 2020 13:09
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan teknis bagi penyelenggaraan Central Counterparty untuk Transaksi Derivatif Suku Bunga dan Nilai Tukar Over-the-Counter (CCP SBNT). Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 22/14/PADG/2020 dan berlaku mulai 1 Juni 2020.
 
"Ketentuan teknis tersebut mencakup pengaturan perizinan, penyelenggaraan, dan pelaporan bagi CCP SBNT," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran persnya, Senin, 1 Juni 2020.
 
Adapun PADG yang diterbitkan ini merupakan ketentuan pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21/11/PBI/2019 tentang Penyelenggaraan CCP SBNT.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CCP SBNT merupakan lembaga yang menempatkan dirinya di antara para pihak yang melakukan Transaksi Derivatif SBNT, sehingga bertindak sebagai pembeli bagi penjual dan sebagai penjual bagi pembeli. CCP SBNT diperlukan untuk mendukung pengembangan pasar keuangan, khususnya Transaksi Derivatif SBNT.
 
Pengembangan pasar keuangan yang dimaksud yakni dengan menurunkan risiko kredit melalui pengambilalihan risiko kredit yang dihadapi penjual maupun pembeli, mengurangi segmentasi pasar.
 
"Kemudian mengurangi interconnectedness, meningkatkan transparansi, serta meningkatkan efisiensi Transaksi Derivatif SBNT dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif," jelas Onny.
 
Kehadiran CCP menjadi wujud komitmen Indonesia dalam menindaklanjuti salah satu dari lima agenda G20 dan merupakan bagian dari pilar pengembangan Market Infrastructure pada Strategi Nasional Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan (SN-PPPK) 2018-2024. CCP juga merupakan bagian dari blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (SPI 2025) dalam memenuhi Financial Market Infrastructures di Indonesia.
 
Lembaga ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pasar keuangan yang melaksanakan tugas kliring, penjamin transaksi, dan proses manajemen risiko transaksi pasar keuangan. Hal ini guna menciptakan pasar keuangan yang dalam, likuid, efisien, inklusif, dan aman untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan bank sentral dan mendorong pembiayaan ekonomi.
 

(SAW)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif