Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

IHSG Masih Diselimuti Sentimen Covid-19

Ekonomi IHSG
Annisa ayu artanti • 10 Agustus 2020 08:48
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini akan cenderung melemah atau melanjutkan pelemahan pekan lalu.
 
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan indeks akan bergerak di level support 5.059-4.928 dan resistance 5.200-5.250.
 
Ia juga menyebutkan ada beberapa sentien yang memengaruhi gerak IHSG pada pekan ini. Mulai dari kasus dan penanganan covid-19 Tanah Air hingga kondisi global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan kasus covid-19 masih menjadi perhatian pelaku pasar selama belum ditemukan vaksin yang efektif. Kekhawatiran lebih ke potensi gangguan pemulihan ekonomi akibat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus," kata Hans dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Ia juga menyampaikan sentimen selanjutnya adalah konflik Tiongkok dan Amerika Serikat yang terus memanas. Hal ini menyusul Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melarang setiap transaksi AS dengan raksasa teknologi dari China ByteDance (pembuat aplikasi TikTok) dan Tencent (pembuat aplikasi WeChat) selama 45 hari.
 
Selain itu, pelaku pasar menantikan kelanjutan paket stimulus AS untuk mengantisipasi pandemi covid-19. "Bila dicapai kesepakatan, akan menjadi amunisi baru untuk penguatan indeks. Bila tidak dan negosiasi lama, maka pasar akan merespons dengan negatif," ujarnya.
 
Kemudian, pasar juga akan memperhatikan data lapangan kerja Amerika Serikat terlihat lebih baik dari perkiraan. Menurutnya ini menjadi sentimen positif bagi pasar, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi secara keseluruhan.
 
Lalu, laba korporasi Amerika Serikat yang lebih baik dari konsensus pasar menjadi sentimen positif. Hal ini sudah menjadi pendorong kenaikan IHSG dalam beberapa minggu terakhir ini.
 
Sementara itu, data Tiongkok secara umum mengonfirmasi ekonomi negeri itu sudah mulai pulih sesudah pembatasan wilayah (lockdown) sebelumnya.
 
Sedangkan dari dalam negeri, Hans menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tidak terlalu baik, tetapi pasar mengalihkan perhatian pada harapan pertumbuhan di kuartal ketiga.
 
"Harapan perbaikan ekonomi di kuartal ketiga didapat dari data yang menunjukkan terjadi pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan," pungkasnya.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif