Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

IHSG Akhir Pekan Diramal Menguat

Ekonomi IHSG
Annisa ayu artanti • 25 September 2020 09:25
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bergerak menguat meski masih dibayangi lonjakan kasus positif covid-19 di Tanah Air. Katalis positif seperti upaya pemerintah yang gencar memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu diharapkan mendukung IHSG kokoh di zona hijau.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memprediksi IHSG menguat dan diperdagangkan di level support 4.776-4.809 dan resistance 4.886-4.930.
 
"IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal IHSG masih bergerak pada tren bearish namun indikator stochastic berada di area oversold tanda rentang pelemahan sudah terbatas dan ada potensi rebound," katanya, seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat, 25 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Dennies menuturkan, penguatan ini diperkirakan bersifat sementara. Sebab, pergerakan masih akan dibayangi kecemasan akan tingginya kasus covid-19 secara harian yang telah menembus 4.000 kasus baru per hari.
 
Penguatan IHSG, lanjutnya, juga dipicu oleh penguatan di bursa global. Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones ditutup positif 0,2 persen, Nasdaq menguat 0,37 persen, dan S&P 500 ditutup menguat 0,3 persen.
 
"Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat setelah beberapa data ekonomi Amerika Serikat telah diumumkan," jelasnya.
 
Ia merinci data tersebut seperti klaim pengangguran yang tercatat sebanyak 870 ribu pada Agustus 2020, lebih tinggi daripada perkiraan di level 845 ribu yang dianggap oleh investor bahwa ekonomi Amerika Serikat semakin membaik. Meskipun kasus covid-19 masih terus meningkat.
 
Namun, The Fed mengatakan bahwa ekonomi masih memiliki risiko melemah bila bantuan ke rumah tangga di Amerika Serikat masih belum juga disepakati senat. Sementara untuk bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti bursa saham di Amerika.
 
"Investor masih terus mengamati perkembangan potensi stimulus covid-19 di Amerika Serikat sebesar USD2,4 triliun," pungkasnya

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif