OJK. Foto : Mi/Ramdani.
OJK. Foto : Mi/Ramdani.

OJK: Intermediasi Perbankan Terus Alami Perbaikan

Ekonomi OJK Perbankan jasa keuangan
Husen Miftahudin • 29 Juli 2021 12:05
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan intermediasi perbankan hingga Juni 2021 terus mengalami perbaikan. Hal ini ditandai dengan membaiknya sejumlah indikator.
 
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menyebutkan, kredit perbankan pada Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen (yoy).
 
"Capaian ini meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya," ujar Anto  dalam keterangan resminya, Kamis, 29 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28 persen (yoy). Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.
 
Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp9,9 triliun.
 
Selanjutnya, fintech peer to peer lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan menjadi Rp23,38 triliun (Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan Rp21,7 triliun).
 
"Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih berkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1 persen (yoy) di Juni 2021," paparnya.
 
Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96 persen (Mei 2021: 4,05 persen).
 
"Selain itu, Posisi Devisa Neto Juni 2021 sebesar 2,32 persen atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen," ungkap Anto.
 
Likuiditas industri perbankan sampai saat juga ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold.
 
Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas threshold. Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 647,7 persen dan 314,8 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.
 
"Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,03 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali," urainya.
 
Anto menekankan bahwa OJK secara berkelanjutan akan terus melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional.
 
"Upaya itu terus dilakukan di tengah meningkatnya kasus covid-19 domestik, serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," pungkas Anto.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif