Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar
Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar

Per 1 November, BI Buka Kembali Layanan Uang Rupiah

Ekonomi Bank Indonesia PPKM Layanan Uang Rupiah
Husen Miftahudin • 28 Oktober 2021 15:07
Jakarta: Mulai 1 November 2021, Bank Indonesia (BI) membuka kembali layanan uang rupiah kepada masyarakat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatra Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
 
Dengan demikian layanan uang rupiah kini sudah dapat dilakukan di seluruh Kantor BI, baik di Kantor Pusat maupun 45 Kantor Perwakilan di seluruh wilayah Indonesia.
 
"Sebelumnya (layanan uang rupiah), baru dibuka hanya untuk wilayah Kantor Pusat dan 42 Kantor Perwakilan," ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari siaran persnya, Kamis, 28 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erwin menjelaskan, pembukaan kembali layanan uang rupiah kepada masyarakat mempertimbangkan level PPKM di wilayah yang bersangkutan. Pembukaan ini juga sebagai upaya bank sentral dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di masyarakat.
 
Adapun pembukaan kembali layanan uang rupiah tersebut adalah layanan penukaran uang rusak yang dibuka setiap Kamis pada pukul 08.00-11.30 WIB/WITA/WIT. Kemudian layanan penggantian uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran yang dibuka setiap Kamis pada pukul 08.00-11.30 WIB/WITA/WIT.
 
Selanjutnya layanan klarifikasi uang rupiah yang diragukan keasliannya dan dibuka setiap Selasa dan Kamis pada pukul 08.00-11.30 WIB/WITA/WIT. Lalu layanan penjualan Uang Rupiah Khusus (URK) uncut banknotes yang dibuka setiap Senin pada pukul 08.00-11.30 WIB/WITA/WIT.
 
Erwin meminta masyarakat yang akan menggunakan layanan uang rupiah di Kantor Pusat BI wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan melakukan scanning barcode sebagai bukti telah melakukan vaksin minimal dosis pertama.
 
"Sementara di Kantor Perwakilan BI, dapat menunjukkan surat keterangan/sertifikat vaksinasi covid-19 minimal dosis pertama," tuturnya.
 
Bagi masyarakat yang karena kondisi tertentu tidak dapat melakukan vaksinasi, dapat menunjukkan surat keterangan negatif rapid test antigen dengan masa berlaku 1x24 jam atau surat keterangan negatif PCR dengan masa berlaku 2x24 jam.
 
"Bank Indonesia mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan uang rupiah di seluruh kantor Bank Indonesia untuk tetap menjalankan protokol covid-19," pungkas Erwin.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif