Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok MI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok MI

BI Berkomitmen Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Selama PPKM

Ekonomi Inflasi pangan Harga Sembako Bank Indonesia komoditas ppkm
Husen Miftahudin • 19 Agustus 2021 18:26
Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID).
 
"Termasuk menjaga ketersediaan pasokan selama implementasi kebijakan pembatasan mobilitas melalui PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Kamis, 19 Agustus 2021.
 
Perry mengatakan saat ini inflasi tetap rendah yakni Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2021 tercatat inflasi 0,08 persen (mtm) sehingga inflasi IHK sampai Juli 2021 mencapai 0,81 persen (ytd).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara tahunan, inflasi IHK tercatat 1,52 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,33 persen (yoy)," paparnya.
 
Sementara itu, lanjutnya, inflasi inti terjaga rendah sejalan dengan masih terbatasnya permintaan domestik, terjaganya stabilitas nilai tukar, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target.
 
Sedangkan inflasi pada kelompok volatile food dan administered prices sedikit meningkat. Ini diakibatkan oleh kenaikan harga komoditas hortikultura dan berlanjutnya transmisi kenaikan cukai tembakau.
 
"Inflasi diperkirakan akan berada dalam kisaran sasarannya 3,0 persen plus minus satu persen pada tahun 2021 dan tahun 2022," tegas Perry.
 
Adapun untuk Agustus 2021 ini Bank Indonesia memperkirakan perkembangan harga tetap relatif terkendali dan diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,04 persen (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,60 persen (yoy).
 
Menukil Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia pada pekan kedua Agustus 2021, penyumbang utama inflasi Agustus 2021 yaitu komoditas minyak goreng, telur ayam ras, dan tomat masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm); serta bawang merah dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar 0,04 persen (mtm); cabai merah sebesar 0,02 persen (mtm); daging ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, emas perhiasan, dan angkutan antarkota masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup SPH Bank Indonesia tersebut.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif