OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi saat PSBB - - Foto: dok MI
OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi saat PSBB - - Foto: dok MI

OJK Pastikan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi saat PSBB

Ekonomi ojk Berita Virus Corona Hari Ini PSBB
Husen Miftahudin • 08 April 2020 10:41
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan industri jasa keuangan seperti perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) tetap beroperasi saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Penerapan PSBB secara efektif berlaku mulai Jumat, 10 April 2020.
 
"Pengecualian sektor jasa keuangan dalam penerapan PSBB juga telah tercantum dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19," tegas juru bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Namun dalam operasionalnya, OJK meminta lembaga jasa keuangan harus bekerja dengan jumlah minimum karyawan. Selain itu, tetap mengutamakan upaya pencegahan penyebaran penyakit (pemutusan rantai penularan) sesuai dengan protokol di tempat kerja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga jasa keuangan juga wajib mematuhi tata cara PSBB untuk diterapkan, seperti physical distancing, mengurangi layanan tatap muka dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, dan selalu menjaga kesehatan.
 
Untuk pengaturan bekerja dari rumah (Work from Home) diserahkan kepada masing-masing lembaga jasa keuangan,self-regulatory organization(SRO) di pasar modal, dan lembaga penunjang profesi di industri jasa keuangan.

 
"Sehubungan dengan diberlakukannya PSBB di DKI Jakarta yang efektif mulai 10 April 2020, OJK senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya untuk memastikan layanan operasional lembaga jasa keuangan serta transaksi investasi di pasar modal berjalan dengan baik," ungkap Sekar.
 
Sementara untuk teknis pelaksanaan pemberian akses adalah dengan menunjukkan tanda pengenal karyawan bagi yang harus bekerja di kantor.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pemberlakukan PSBB di Ibu Kota mulai Jumat, 10 April 2020. Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari ke depan. Pemberlakuan PSBB dilakukan selama 14 hari dan akan diperpanjang jika dibutuhkan.
 
"DKI akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh Keputusan Menteri Kesehatan efektif mulai Jumat 10 April 2020," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Selasa, 7 April 2020.
 
Secara prinsip, Jakarta telah mempraktikkan aturan dalam PSBB dalam tiga pekan terakhir. Misalnya, melaksanakan kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.
 
Lewat pemberlakuan PSBB ini penegakan hukum bakal berlaku. "Karena akan disusun peraturan yang memiliki kekuatan mengikat pada warga untuk mengikuti," tegas dia.
 
Dia menuturkan selama PSBB kegiatan belajar tetap dilaksanakan di rumah. Semua fasilitas umum ditutup, baik fasilitas hiburan milik pemerintah atau swasta.
 
"Pernikahan tidak dilarang tapi dilakukan di KUA. Resepsi ditiadakan. Demikian juga dengan khitan, perayaan ditiadakan," tutur Anies.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif