Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp769,55 Triliun

Ekonomi Perbankan Kredit Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Husen Miftahudin • 14 Juli 2020 07:41
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai restrukturisasi kredit yang sudah dilakukan industri perbankan hingga 6 Juli 2020 mencapai sebanyak Rp769,55 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,72 juta nasabah yang terdampak pandemi covid-19.
 
Dari jumlah itu, sebanyak Rp326,38 triliun di antaranya diberikan kepada 5,41 juta debitur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,31 juta debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp443,17 triliun.
 
"Kami menyampaikan bahwa tren restrukturisasi (pengajuan debitur UMKM) sudah menurun. Untuk debitur yang non-UMKM trennya mulai sedikit meningkat di dua minggu terakhir," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam telekonferensi bersama, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


OJK melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 15,12 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.370,56 triliun. Potensi tersebut terdiri dari 12,69 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp560,35 triliun. Sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,54 juta orang dengan baki debet mencapai Rp810,21 triliun.
 
Regulator juga mencatat restrukturisasi pinjaman yang telah dilakukan perusahaan pembiayaan (leasing). Per 7 Juli 2020, total outstanding kredit mencapai Rp141,45 triliun dari 3,88 juta nasabah perusahaan pembiayaan.
 
Hingga saat ini, seluruh perusahaan leasing yang terdaftar di regulator sudah mengimplementasikan program restrukturisasi pinjaman ini. Total ada 183 perusahaan pembiayaan yang sudah merestrukturisasi pinjaman nasabahnya.
 
Adapun total permohonan restrukturisasi yang masuk ke perusahaan pembiayaan mencapai 4,55 juta kontrak. Artinya, sebanyak 419.434 kontrak restrukturisasi di antaranya masih dalam proses persetujuan.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif