Ilustrasi Bank BNI - - Foto: Antara/ Prasetyo
Ilustrasi Bank BNI - - Foto: Antara/ Prasetyo

Imbas Covid-19, Restrukturisasi Kredit BNI Sentuh Rp69 Triliun

Ekonomi bni kredit
Antara • 19 Mei 2020 19:07
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp69 triliun imbas pandemi covid-19. Jumlah debitur yang terdampak virus korona mencapai 103.447 debitur.

"Memasuki April 2020, realisasi pinjaman yang direstrukturisasi meningkat signifikan menjadi Rp69 triliun, dengan total 103.447 debitur," kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setiawan saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Putrama mengatakan keringanan kredit diberikan merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran wabah virus Covid-19.
 
Sektor terbesar yang terdampak adalah perdagangan, restoran, dan hotel, sebesar 38,4 persen atau Rp26,8 triliun, sektor perindustrian 18,4 persen atau Rp12,8 triliun, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi 16,2 persen atau Rp11,3 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan segmentasinya, segmen kecil dengan realisasi restrukturisasi sebesar Rp27,4 triliun atau 39,3 persen dari total restrukturisasi hingga April 2020.
 
"Asesmen terhadap debitur dilakukan secara kasus per kasus agar sesuai dengan kemampuan keuangan atau arus kas debitur. Skema restrukturisasi itu dapat diberikan dalam bentuk penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran angsuran pokok, atau kombinasinya," ungkapnya.
 
Ia menambahkan BNI akan melakukan stress test secara berkala untuk mengetahui potensi dampak wabah tersebut terhadap kemungkinan penurunan kualitas kredit.
 
Metode stress test yang dilakukan antara lain mengidentifikasi sektor-sektor yang diduga akan terdampak pandemi, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan quantitative assessment.
 
"BNI juga berupaya merumuskan beberapa kebijakan secara komprehensif untuk memitigasi kewajiban moral," pungkas dia.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif