NEWSTICKER
Ilustrasi - -  Foto: MI/ ANGGA YUNIAR
Ilustrasi - - Foto: MI/ ANGGA YUNIAR

Bank Mandiri Beri Relaksasi Kredit bagi UMKM

Ekonomi bank mandiri kredit
Annisa ayu artanti • 20 Maret 2020 16:04
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk melakukan penyesuaian kebijakan dan proses kredit segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini guna menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM di tengah kondisi krisis akibat pandemi virus korona (covid-19).
 
Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan relaksasi kredit berlaku hingga enam bulan ke depan atau hingga pemerintah menetapkan kondisi sudah normal.
 
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian bank. Saat ini portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp 103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyadari saat ini kondisi pelaku UMKM sedang dalam tekanan karena terdampak penyebaran virus covid-19. Untuk itu, kami memberikan relaksasi melalui kemudahan proses pemberian kredit, baik baru maupun tambahan atas fasilitas kredit yang dimiliki, dengan menggunakan layanan elektronik banking," kata Rully dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Ia menjelaskan bagi pelaku UMKM yang mengajukan penambahan fasilitas kredit hingga 20 persen, tidak diperlukan penambahan agunan. Kebijakan ini diberikan terutama untuk segmen mikro.
 
Bank Mandiri juga memudahkan proses perpanjangan masa laku fasilitas kredit selama enam bulan dengan memberikan keringanan biaya provisi dan administrasi.
 
Kemudian, lanjut Rully, Bank Mandiri juga akan menyiapkan relaksasi proses restrukturisasi kredit seiring dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mengeluarkan kebijakan stimulus perekonomian.
 
Adapun relaksasi yang tengah disiapkan Bank Mandiri antara lain melakukan restrukturisasi lebih awal kepada debitur yang membutuhkan. Kemudian proses restrukturisasi lebih mudah serta penundaan pembayaran pokok maupun bunga.
 
"Khusus untuk relaksasi restrukturisasi, saat ini kami masih menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan OJK mengenai stimulus perekonomian," ujar Rully.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif