NEWSTICKER
Ilustrasi kegiatan perbankan di Bank Mandiri. Foto: dok MI.
Ilustrasi kegiatan perbankan di Bank Mandiri. Foto: dok MI.

Bank Mandiri Berikan Relaksasi untuk UMKM Terdampak Korona

Ekonomi bank mandiri umkm virus corona
Annisa ayu artanti • 24 Maret 2020 19:48
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk akan menerapkan kebijakan khusus berupa relaksasi dalam pembayaran angsuran maupun perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak virus korona (covid-19), termasuk penyesuaian suku bunga.
 
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan penerapan kebijakan ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank, dan mengacu pada kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran virus korona.
 
Saat ini Bank Mandiri memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyadari saat ini kondisi bisnis pelaku UMKM sedang menghadapi masa sulit karena terdampak virus covid-19. Untuk itu, kami berusaha mencari solusi untuk memastikan debitur UMKM kami bisa melalui masa yang sangat sulit ini," kata Hery dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Hery mengungkapkan beberapa solusi yang disiapkan untuk existing debitur antara lain, menyiapkan relaksasi proses restrukturisasi kredit, salah satunya dengan melakukan restrukturisasi lebih awal kepada debitur yang membutuhkan. Kemudian, Bank Mandiri juga mempermudah perpanjangan masa laku fasilitas kredit dengan pemberian keringanan biaya provisi dan administrasi.
 
Menurut Hery, UMKM saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan.
 
Oleh karena itu, perusahan terus melakukan perbaikan proses kredit dan tools untuk pemrosesan kredit agar lebih cepat dan lebih mudah, serta melakukan penguatan kompetensi SDM, salah satunya melalui mekanisme profiling.
 
Untuk kemudahan proses, lanjut Hery, pemberian kredit baru maupun tambahan atas fasilitas kredit UMKM saat ini dapat menggunakan sarana elektronik. Selain itu, penambahan fasilitas kredit sampai dengan 20 persen akan dipermudah dan tanpa menambah agunan untuk debitur UMKM yang selama ini menunjukkan komitmen yang baik, terutama untuk debitur segmen mikro.
 
"Kami juga memanfaatkan competitive advantage Bank Mandiri pada segmen wholesale, yang mana kami memberikan layanan khusus bagi debitur UMKM yang menjadi value chain nasabah wholesale. Benefit dari value chain tersebut antara lain suku bunga yang lebih ringan, keringanan dalam penyediaan agunan fixed asset, dan proses yang lebih mudah," jelasnya.
 
Kebijakan lainnya, tambah Hery, melalui upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan UMKM dengan menjadikan area dan kantor cabang menjadi kepanjangan tangan dalam pemrosesan kredit serta menciptakan pusat layanan UKM atau SME Solution Center di cluster atau kawasan yang potensial.
 
"Sebanyak 2 800 cabang Bank Mandiri juga telah disiapkan dengan SDM dan infrastruktur berbasis teknologi terkini untuk melayani kebutuhan pengelolaan dana, transaksi perbankan dan kebutuhan kredit dari nasabah UMKM," imbuh Hery.
 
Berbagai pendekatan tersebut akan dieksekusi secara bertahap dan dikombinasikan dengan strategi jemput bola melalui pelaksanaan aacara tertentu yang melibatkan pelaku UMKM.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif