Direktur, Chief of Operations, Product Proposition & Syariah PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) Ade Bungsu. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Direktur, Chief of Operations, Product Proposition & Syariah PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) Ade Bungsu. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Pahami Kebutuhan Diri Sebelum Membeli Produk Asuransi

Ekonomi asuransi asuransi jiwa asuransi umum
Angga Bratadharma • 21 Oktober 2021 14:05
Jakarta: Pandemi covid-19 telah membuat masyarakat kian menyadari pentingnya proteksi diri baik dari sisi kesehatan maupun finansial. Namun, perlu ada beberapa hal yang perlu dicemati sebelum membeli produk asuransi agar memang karakteristik produknya sesuai kebutuhan.
 
Direktur, Chief of Operations, Product Proposition & Syariah PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) Ade Bungsu tak menampik banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, termasuk kerja sama yang ditawarkan melalui perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah.
 
"Tips bagaimana memilih produk asuransi yang tepat adalah apa yang kita butuhkan sebenarnya. Hal itu terdiri dari berbagai kombinasi produk apakah tradisional seperti asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan. Atau asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit link," kata Ade, dalam konferensi pers virtual, Kamis 21 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memilih produk asuransi tradisional atau unit link, lanjutnya, yang pertama harus ditanyakan dulu apa yang dibutuhkan seseorang dari beberapa produk asuransi yang ditawarkan atau dipasarkan oleh berbagai perusahaan asuransi. Hal itu penting agar produk asuransi yang dibeli memang sesuai kegunaan.
 
"Kita kembalikan lagi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial dari kita sendiri, seberapa besar kerugian finansial yang terjadi jika suatu risiko terjadi terhadap diri kita. Paling utama dari ukurannya berapa besar uang pertanggungan yang dibutuhkan, itu dilihat dari level atau tingkat pendapatan," tuturnya.
 
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, di semester I-2021 premi industri asuransi jiwa tercatat Rp104,72 triliun atau tumbuh 17,5 persen ketimbang periode sebelumnya (yoy). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan hingga Juli 2021 aset industri asuransi tumbuh sekitar sembilan persen (yoy) dan pendapatan premi naik 11,97 persen (yoy).
 
Data tersebut menggambarkan transformasi digital di industri asuransi merupakan suatu kebutuhan saat ini. Apalagi, selama pandemi, perilaku konsumen dalam bertransaksi juga ikut berubah dari semula offline menjadi online.
 
Hal itu diperkuat riset perusahaan reasuransi Swiss Re yang menyebutkan 76 persen masyarakat Indonesia tertarik membeli produk asuransi secara daring di masa pandemi. Sedangkan, data Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan, pengguna layanan digital selama pandemi covid-19 naik 37 persen.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif